Oleh: Ahmad Anke, Founder Saham Bagus Trading Community
–
Anak muda harapan bangsa dan harapan keluarga.
Amit-amit jangan sampai bangkrut di trading saham
Amit-amit jangan sampai bundir karena rugi trading saham.
–
Anak muda biasanya tradingnya all in
Anak muda biasanya ngejar kaya cepat
Anak muda biasanya gak peduli risiko
Anak muda ingin mengubah modal 10 juta jadi ferrari.
–
Jangan ya dik,
Trading saham itu bukan meja judi.
Kaya itu lamban, kata warren buffet
Tidak ada investor kaya mendadak
Kalau pun ada pasti bukan hanya karena trading saham.
–
Sebelum trading, pahami rikisonya dulu jangan bayangin cuannya dulu.
Belajarlah dari Jessy Livermore, dia bilang trading itu bukan balapan gede-gedean cuan namun awal
prinsipnya selamatkan modal, jangan sampai berkuang.
Setelah level pertama ini sukses, coba konsisten profit kecil-keci dulu ( 2,5%-5%) untuk 1 tahun pertama dengan bermain saham saham aman di kategori saham sekunder.
–
Apa itu saham kategori sekunder?
Dia bukan saham bluechip di LQ45 yang mahal dan lamban geraknya
Namun dia bukan pula saham gorengan di harga Rp 50-100 yang lincah namun risikonya besar
Saham sekunder adalah yang di tengah-tengah antara keduanya.
Sahamnya di harga diatas Rp 100 s/d Rp 1.000-an
Industrinya sedang menarik
Sahamnya sedang dibicarakan banyak orang
Namun fundamentalnya bagus, tidak sedang rugi.
–
Jangan All in belinya, karena kita tidak pernah tahu saat kita entry beli apakah sudah di harga terbaik ataukah belum. Oleh karena itu, coba dulu masuk kecil. Istilahnya di komunitas Saham Bagus “nitip sendal dulu”. Setelah naik 5% masuk dana lagi, naik lagi masuk lagi dan seterusnya. Sebaliknya jika dibawah turun, minus 5% beli lagi, minus 10% beli lagi. Tujuannya agar harga-rata rata kamu beli bagus. Tidak kelewat jauh dari harga rata rata pembelian market maker.
–
Batasi cuan kamu, take profit sesuai rasa syukur, itu bahasanya kita di Saham Bagus. Semakin kamu kufur nikmat alias tidak bersyukur maka semakin tinggi risiko kehilangan cuan kamu.
Ingat kita kerja trading gak capek, cuma di depan laptop, ruangan AC, gak perlu panas-panasan kek kuli bangunan, gak perlu stres kejebak macet kayak orang-orang kerja kantoran. Jadi begitu cuan 2,5% langsung TP ( take profit) saja. Bagaimana jika setelah di TP emitennya naik lagi? Ya beli lagi aja namun dengan anggaran lebih kecil, biasanya saya sarankan 50% nya atau bahkan masuk hanya dengan hasil cuannya saja. Pokok modalnya tarik dan amankan.
–
Jangan FOMO, beli saham hanya ikut-ikutan kawan atau influencer saham di Sosmed.
Pelajari dulu sebentar emitenmu sebelum beli. Paling penting cek laporan keuangannya. Jangan masuk kalau emitennya rugi. Kamu saja khan gak mau beli perusahaan kawanmu sendiri kalau dalam keadaaan rugi khan?
–
Kalau memilih emiten sahamnya sudah benar, dibawah turun pun floating loss pun hatimu tenang, hidupnya nyaman, gak kepikiran terus.
–
“ Tapi pak saya kepikiran terus meskipun porto saya isinya saham bagus, itu gimana?”
Kalau keadaannya begitu, berarti salahnya ada di nilai investasi. Kamu main kebesaran. Tidak sesuai dengan kemampuanmu. Memaksakan diri diatas kemampuan keuanganmu, jadinya kamu deg-degan takut jatuh miskin.
–
Jadi berapa modal idel supaya hati kita terjaga, kyai?
Parameternya gampang namun susah dilakukan ya
Uang dingin.
Jumlahnya gak bikin kamu menurun hidupmu kalau uang itu hilang
Jumlahnya gak bikin kamu stress gemetaran kalau lagi floating loss
Itulah jumlah idealmu. Tiap orang berbeda-beda angkanya, sesuai tingkat kekayaan.
–
Terakhir, setiap trading berdoa dan minta pertolongan Tuhan dan lakukan aktivitas yang meningkatkan level keberuntungan kamu.
–
Karena di trading saham yang cuan bukanlah yang paling pinter analisa namun yang paling beruntung dan dijaga hatinya dari sikap serakah.
–
Semoga Tuhan dan Cuan bersama kita, amien