Jakarta, CNBC Indonesia — An Shaohong, pejabat tinggi di tiga perusahaan terbuka di Indonesia dideportasi . Ia merupakan Presiden Direktur PT Green Power Group Tbk. (LABA), serta merupakan Komisaris Utama di PT Bangun Karya Perkasa Tbk. (KRYA) dan di PT Oscar Mitra Sukses Indonesia Tbk. (OLIV).
Sebelumnya dirinya “didepak” dari Tanah Air, Shaohong juga telah membuat sejumlah gebrakan di pasar modal. Ia mengakuisisi sejumlah emiten.
Antara lain LABA yang ia pimpin bersama Rich Step International Ltd. mengakuisisi KRYA pada bulan Juli lalu. Kemudian, nama Shaohong muncul dalam susunan pengurus baru OLIV alias Oscar Living usai diakuisisi oleh investor baru pada 25 November lalu.
PT Green Power Group Tbk (LABA) dan PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA), merilis keterbukaan informasi setelah muncul pemberitaan mengenai deportasi terhadap pejabat penting di masing-masing perusahaan.
Dalam surat resmi yang dikirimkan 7 Desember 2025, LABA menegaskan bahwa deportasi Direktur Utama, An Shaohong, tidak berdampak terhadap aktivitas bisnis perusahaan.
“Seluruh kegiatan usaha dan kewajiban kepada pelanggan serta pemegang saham tetap berjalan normal,” tulis Corporate Secretary LABA, Lu Haiying, dalam keterbukaan informasi, Senin (8/12/2025).
LABA juga memastikan proses penggantian Direktur Utama sudah dimulai. Perseroan telah mengajukan agenda RUPSLB pada 4 Desember 2025 melalui sistem IDXNET untuk membahas perubahan pengurus.
Manajemen menyatakan tetap beroperasi dalam kendali penuh dan menegaskan komitmen perseroan terhadap transparansi dan integritas.