JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Rabu (24/12), setelah pada perdagangan Selasa melemah 0,71% ke level 8.584,78.
Dari pasar valuta asing, rupiah di pasar spot sempat berada di level Rp16.803 per dolar AS pada pukul 14:59 WIB sebelum ditutup di Rp16.786 per dolar AS pada Selasa (23/12), menurut data Bloomberg.
Posisi tersebut merupakan level terendah rupiah dalam 10 bulan terakhir atau sejak akhir Februari 2025. Sejak awal Desember 2025, rupiah telah melemah sekitar 0,92%.
Pada perdagangan Selasa, investor asing mencatatkan jual bersih sekitar Rp852 miliar di pasar reguler.
Analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebut IHSG kembali ditutup melemah di bawah level MA5 dan MA20. “Mengindikasikan IHSG kehilangan momentum kenaikan dalam jangka pendek.”
Analis Phintraco juga menilai koreksi pada IHSG masih relatif terbatas selama indeks bertahan di atas MA50. Secara teknikal, Indikator Stochastic RSI pada IHSG dinilai berada pada area oversold, sementara histogram MACD negatif cenderung melebar.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways di kisaran support 8.500-8.525 dan resistance 8.650-8.680,” jelas analis Phintraco.
Sementara itu riset analis BRI Danareksa Sekuritas menyoroti kinerja indeks acuan di Wall Street, yang kompak mencatat penguatan.
DJI menguat 0,16% pada perdagangan Selasa. Sementara S&P 500 naik 0,46% dan Nasdaq menguat 0,57%.
Sementara di pasar domestik, analis BRI Danareksa menilai pelemahan IHSG pada Selasa kemarin akibat profit taking di saham big caps menjelang libur Natal 2025.
“Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji area support 8.550–8.570, sementara pelaku pasar masih akan mencermati peluang berlanjutnya aksi ambil untung menjelang periode libur panjang Natal,” jelas analis BRI Danareksa Sekuritas.