Prospektus IPO Superbank Rp5,36 triliun bocor ke publik?

11/08/2025 — sahamcryptobagus@gmail.com, Saham Bagus TeamFinance

JAKARTA – Dokumen berupa halaman pertama prospektus Initial Public Offering (IPO) Superbank beredar di publik, Jumat (7/11), meski laman resmi e-IPO belum mencantumkan informasi resmi terkait aksi korporasi bank digital Grup Emtek tersebut.

Dokumen tersebut menyebutkan bahwa PT Superbank Indonesia Tbk akan menawarkan 5,2 miliar lembar saham biasa seri A, atau setara 15% modal ditempatkan dan disetor penuh, kepada publik.

Harga penawaran ditetapkan di rentang Rp500 – Rp1.030 per lembar, membuat nilai IPO berkisar antara Rp2,6 – Rp5,4 triliun.

Menurut dokumen tersebut, penawaran awal saham Superbank akan berlangsung pada 17-24 November 2025, diikuti masa penawaran umum pada 5-9 Desember 2025, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 11 Desember 2025.

Dokumen yang diduga prospektus IPO tersebut juga mencantumkan PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), dan PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter).

Rumor IPO Superbank memang sudah santer terdengar di kalangan investor sejak beberapa waktu lalu, terutama setelah dikabarkan menggelar pertemuan pada Oktober lalu.

Namun, saat itu, pihak PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), induk Superbank, enggan berkomentar terhadap isu yang tidak terverifikasi.

“Fokus kami adalah mendukung Superbank dalam menjaga kinerja kuat, mengembangkan solusi keuangan inovatif, dan memperluas basis nasabah untuk mendorong pertumbuhan inklusif di Indonesia,” katanya kepada IDNFinancials.com, Rabu (8/10).

Jawaban pihak Superbank pun masih sama ketika beberapa media, termasuk Bisnis Indonesia dan Kompas, kembali meminta konfirmasi mengenai rencana IPO dan prospektus yang bocor ke publik tersebut.

Mengutip laman resmi Superbank, struktur kepemilikan sahamnya saat ini terdiri atas:

  • EMTK melalui PT Elang Media Visitama: 31,11%
  • Grab melalui PT Kudo Teknologi Indonesia: 19,16%
  • A5–DB Holdings: 11,52%
  • GXS Bank: 12%
  • KakaoBank; 9,95%
  • Singtel Alpha Investments: 8,46%

Superbank mencatatkan laba bersih sebesar Rp20,1 miliar hingga semester I 2025, membalikkan rugi Rp188 miliar pada periode tahun yang sama sebelumnya.

Bank digital ini juga membukukan pertumbuhan total kredit sebesar 123% secara tahunan menjadi Rp8,4 triliun. (ZH)


Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *