Jakarta, Sahambagus.co.id-Emiten makanan dan minuman ringan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 8,23% sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025, meskipun berhasil membukukan kenaikan penjualan sebesar 5,92% secara tahunan.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru yang dirilis pada akhir Oktober 2025, laba bersih MYOR per September 2025 tercatat sebesar Rp1,84 triliun, turun dari Rp2,00 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi meski pendapatan perusahaan meningkat menjadi Rp27,15 triliun, didorong oleh pertumbuhan segmen makanan olahan sebesar 7,09%.
Penurunan laba bersih terutama disebabkan oleh kenaikan beban pokok penjualan yang mencapai Rp21,39 triliun, naik 9,58% dibanding tahun lalu. Biaya bahan baku dan pembungkus menjadi kontributor utama, menyumbang Rp18,04 triliun dari total beban tersebut Kenaikan biaya ini menggerus margin keuntungan perusahaan, meskipun volume penjualan meningkat.
Sebagai produsen produk populer seperti Kopiko, Beng-Beng, dan Torabika, Mayora tetap menunjukkan daya saing tinggi di pasar domestik dan ekspor. Namun, tantangan berupa fluktuasi harga bahan baku dan tekanan biaya produksi masih menjadi perhatian utama manajemen.
Ke depan, investor akan mencermati strategi efisiensi dan diversifikasi produk yang dilakukan MYOR untuk menjaga profitabilitas di tengah dinamika ekonomi global dan regional.