KABARBURSA.COM — Siapa sangka, di balik riuh rendah saham properti yang naik-turun seperti ombak, ada satu “perang sunyi” yang sesungguhnya menentukan pemenang. Perang ini bukan sekadar lokasi Surabaya melawan Jabodetabek, bukan pula soal siapa paling besar lahan atau paling sering masuk headline. Yang dipertarungkan adalah satu hal klasik tapi kejam, yakni siapa yang paling rapi mengelola utang sebelum utang itu berubah dari mesin penggerak menjadi jerat.
Itulah benang merah yang ditarik Founder Pintar Saham, Ngurah Warman. Ia membedah empat emiten properti sekaligus PT Pakuwon Jati Tbk atau PWON, PT Bukit Darmo Property Tbk atau BKDP, PT Sentul City Tbk atau BKSL, serta PT Diamond Citra Propertindo Tbk atau DADA. Empat nama ini sering muncul di layar trader ritel, tapi jarang benar-benar dibaca sebagai satu cerita utuh.