JAKARTA – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mengumumkan penyetoran modal senilai Rp127,5 miliar untuk mendirikan entitas usaha baru, PT Raharja Energi Madura (PT REM).
Direktur Utama RATU, Sumantri, menyampaikan bahwa transaksi ini telah dilaksanakan pada 23 Desember 2025 melalui anak usaha RATU, PT Raharja Energi Indonesia (PT REI).
“PT REM, selaku penerima modal, merupakan perusahaan yang dikendalikan perseroan secara tidak langsung melalui PT REI,” jelas manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (24/12).
Sumantri menegaskan bahwa penyetoran modal ini tidak berdampak negatif secara material terhadap kondisi keuangan RATU. Sebaliknya, transaksi ini diharapkan memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha perseroan secara berkelanjutan.
Sebelumnya, RATU telah memenangkan penjualan saham SMS Development Limited (SMSDL), perusahaan yang memegang 20% hak partisipasi tak langsung di Huscky-CNOOC Madura Limited (HCML), operator pengembangan dan produksi gas alam di Blok Madura.
Blok Madura terdiri dari tiga klaster utama: BD Field, 2M Field, dan MAC Field, dengan produksi gabungan mencapai 240 MMSCFD gas, cadangan gas tersisa 708 BCF, dan cadangan kondensat 8,42 MMBOE.
“Penetapan RATU sebagai pemenang tender merupakan pengakuan atas kesiapan dan kompetensi kami untuk berpartisipasi di proyek energi strategis nasional,” kata Sumantri (1/12).
Ia menambahkan bahwa struktur transaksi, pembiayaan, dan penyertaan modal masih akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dari sisi keuangan, RATU yang dimiliki oleh Happy Hapsoro, suami Puan Maharani, mencatat laba bersih US$11,76 juta hingga kuartal III 2025, naik 28,1% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$9,18 juta.
Kenaikan laba bersih terjadi meski pendapatan perseroan turun. Sepanjang Januari–September 2025, RATU membukukan pendapatan US$37,61 juta, turun 12,97% dari US$43,21 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya