Katadata.co.id- Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mengalami lonjakan signifikan yang didorong oleh rencana ekspansi perusahaan ke bisnis pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal). Para analis memproyeksikan saham ARCI masih berpeluang melanjutkan tren penguatan. Jajaran manajemen ARCI menunjukkan kepercayaan terhadap prospek perusahaan dengan memborong saham dalam jumlah besar di harga bawah. Aksi beli ini dilakukan di tengah menguatnya harga komoditas emas dan langkah diversifikasi bisnis perseroan. ARCI secara resmi berekspansi ke sektor energi terbarukan dengan membentuk perusahaan patungan bersama PT Ormat Geothermal Indonesia. Perusahaan patungan ini akan mengembangkan fasilitas panas bumi untuk memproduksi dan menjual tenaga listrik di dalam area konsesi tambang milik Archi.
Saham emiten tambang emas milik konglomerat Peter Sondakh, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) kian mengkilap setelah perseroan mengumumkan ekspansi ke bisnis pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal). Sepanjang tahun berjalan (year to date), harga saham ARCI telah melesat 577,42%. Pada perdagangan intraday Senin (15/12) pukul 10.15 WIB, saham ARCI terkoreksi 1,75% atau turun 30 poin ke level 1.685. Meski demikian, dalam sepekan terakhir saham ARCI masih mencatatkan kenaikan sebesar 20,36%.
Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai saham ARCI masih berpeluang melanjutkan tren penguatan. Ia memasang target harga ARCI di kisaran 1.470 hingga 1.530. Senada, analis CGS Sekuritas Adrian Alamsyah Saputra juga memberikan proyeksi teknikal untuk saham ARCI. Ia mencatat level support berada di kisaran 1.680 dan 1.645, sementara level resistance berada di rentang 1.740 hingga 1.785. Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian. Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.