Saham IMPC Dilego Rp 2,2 Triliun

12/25/2025 — mahmud yunus, Saham Bagus TeamMarket

JAKARTA, investor.id – PT Harimas Tunggal Perkasa, pemegang saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), menjual sebanyak 742 juta saham IMPC senilai Rp 2,2 triliun. Harga jual rata-rata sebesar Rp 3.029 per saham.

Penjualan saham IMPC berlangsung pada 19-23 Desember 2025. Transaksi ini sebagai realisasi investasi dan meningkatkan jumlah saham yang beredar (free float).

“Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Harimas Tunggal Perkasa di PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) turun dari 37,7% menjadi 36,35%,” tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya, Rabu (24/12/2025).

Sementara itu, pada perdagangan Rabu (24/12), saham IMPC ditutup melemah 2,5% ke level Rp 3.840. Dalam sepekan terakhir, IMPC menguat 2,6% dan sebulan melonjak 42,7%. Selama periode year to date (ytd), IMPC terbang 937,8%.

Secara kinerja, Impack Pratama Industri (IMPC) mencatatkan kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III-2025, di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Emiten bahan bangunan ini membukukan kenaikan laba bersih sebesar 30,5% secara tahunan menjadi Rp 170 miliar dari Rp 130 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Kenaikan laba tersebut ditopang oleh pendapatan bersih yang mencapai Rp 3 triliun, meningkat 9% dibandingkan periode Januari–September 2024 yang sebesar Rp 2,8 triliun. Perseroan menyebutkan, peningkatan ini mencerminkan efektivitas strategi bisnis dan tetap kuatnya permintaan pasar domestik.

Secara kumulatif, laba bersih IMPC sepanjang 9 bulan pada 2025 mencapai Rp 466 miliar, tumbuh 15,5% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 403 miliar.

Di sisi lain, IMPC terus memperkuat struktur permodalan untuk mendukung ekspansi jangka panjang. Pada September lalu, IMPC menyelesaikan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement, dengan himpunan dana sebesar Rp 486 miliar melalui penerbitan 600 juta saham baru.

Dana segar hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk belanja modal, modal kerja, dan pelunasan utang bank, sebagai bagian dari strategi penguatan struktur keuangan dan peningkatan kapasitas produksi.

Selain memperkuat permodalan, IMPC juga terus menjajaki peluang akuisisi strategis, baik di dalam maupun luar negeri. Perseroan menilai, posisi kas yang solid, kemampuan menghasilkan EBITDA yang konsisten, serta ketersediaan fasilitas pinjaman bank memberikan ruang yang cukup luas untuk ekspansi agresif ke depan.


Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *