Harga saham INET melonjak tajam hingga menyentuh auto reject atas setelah perusahaan mengumumkan harga teoritis terkait aksi korporasi rights issue. Aksi ini berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan bagi investor yang tidak mengeksekusi haknya. Seluruh dana yang diperoleh dari rights issue akan dialokasikan untuk mendanai rencana ekspansi besar di sektor telekomunikasi. Rencana utamanya meliputi pengembangan jaringan Fiber To The Home (FTTH) di Bali dan Lombok serta pelunasan biaya penggunaan jaringan kabel bawah laut.