JAKARTA, investor.id – PT Indika Energy Tbk (INDY) diprediksi masih membukukan rugi bersih tahun 2025. Namun, tahun 2026, perseroan ditaksir untung besar, didorong beroperasinya tambang emas, yang bisa mendongkrak saham ke target harga tinggi.
Berdasarkan riset Sucor Sekuritas, INDY membukukan rugi bersih US$ 2 juta kuartal III-2025, disebabkan oleh lemahnya kinerja unit usaha batu bara Kideco. Pada periode itu, pendapatan Kideco turun 21% akibat anjloknya harga jual rata-rata sebesar 14% menjadi US$ 48,9 per ton. Penjualan Kideco juga turun 8%.
Namun, Sucor mencatat, kinerja anak usaha nonbatu bara cukup kuat, di mana Indika Resources membukukan pertumbuhan 303%, Tripatra 4%, dan Interport 28%. Tetapi, ini belum cukup untuk mengompensasi penjualan kinerja Kideco.