Aktivitas IPO di Indonesia sepi pada awal 2026 dengan belum ada perusahaan yang mencatatkan saham di bursa hingga akhir Februari. Delapan perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI, namun banyak perusahaan di Asia Tenggara memilih bursa luar negeri seperti Hong Kong dan AS karena kondisi pasar domestik yang tidak stabil. Investor asing menunggu perbaikan likuiditas pasar modal Indonesia, sementara reformasi pasar diharapkan meningkatkan transparansi dan kualitas likuiditas.