Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan penumpukan stok bijih nikel yang tak terserap oleh smelter tak lepas dari kondisi pasar global. Hal ini merespons kabar terkait menumpuknya stok bijih nikel di beberapa tambang, yang turut dibenarkan oleh Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI). Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Sesditjen Minerba) Kementerian ESDM Siti Sumilah Rita Susilowati mengamini penumpukan stockpile bijih nikel di beberapa lokasi tambang lantaran kondisi global dan beberapa smelter yang berhenti beroperasi. Adapun, berhentinya beberapa smelter itu terjadi akibat harga nikel yang sedang anjlok seiring melemahnya permintaan.