Tancap Gas CDIA, ARCI, DSSA hingga BREN Garap Energi Terbarukan, Cek Prospeknya

12/10/2025 — mahmud yunus, Saham Bagus TeamMarket

Katadata.co.id- Dorongan transisi energi mendorong sejumlah emiten mempercepat ekspansi ke sektor energi baru terbarukan (EBT) untuk menjaga daya saing bisnis. Gerak cepat ini mencerminkan pergeseran investasi dari energi fosil ke energi rendah karbon seperti panas bumi, surya, dan angin. Sejumlah emiten fokus pada pengembangan energi spesifik, seperti PT Chandra Daya Investasi (CDIA) yang memperkuat operasional PLTS di kawasan industri.

Selain itu, emiten tambang seperti PT Archi Indonesia (ARCI) juga mulai merambah bisnis panas bumi dengan mengembangkan pembangkit di area konsesinya. Pemain besar lainnya tidak hanya menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga membangun ekosistem energi bersih yang terintegrasi. PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) mengembangkan portofolio panas bumi sekaligus rantai pasok panel surya, sementara PT Barito Renewables Energy (BREN) gencar menambah kapasitas geothermal dan merambah energi angin.

Dorongan transisi energi membuat sejumlah emiten mulai mempercepat ekspansi ke segmen energi baru terbarukan (EBT). Momentum ini dimanfaatkan korporasi besar lintas sektor untuk mengamankan pangsa pasar di industri energi hijau yang tengah tumbuh pesat.  Selain mengikuti arah kebijakan pemerintah dalam bauran energi nasional, langkah ini juga menjadi strategi menjaga daya saing bisnis di tengah tekanan dekarbonisasi global. Sejumlah nama besar tercatat sudah lebih agresif menggarap proyek EBT.  PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melalui anak usahanya memperkuat operasional PLTS di kawasan industri. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memperdalam portofolio panas bumi sembari membangun rantai pasok panel surya nasional. Sementara PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) gencar mengembangkan pembangkit geothermal serta bersiap memasuki energi angin. Gerak cepat emiten menuju energi bersih mencerminkan pergeseran arah investasi sektor energi, dari yang sebelumnya bertumpu pada sumber fosil menjadi energi rendah karbon. Bagaimana prospek mereka?  Langkah Chandra Daya (CDIA) Semangat PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menggarap proyek energi terbarukan dikebut melalui anak usahanya. PT Krakatau Chandra Energi (KCE) yang berada di bawah Danantara kini mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) baru berkapasitas 4,7 megawatt-peak (MWp).

Presiden Direktur CDI Group Fransiskus Ruly Aryawan mengatakan, fasilitas tersebut telah mencapai Commercial Operation Date (COD) pada 17 November 2025, lebih cepat satu minggu dari target awal. Dengan beroperasinya PLTS ini, maka total kapasitas terpasang CDI Group meningkat menjadi 11 MWp.  Dia menjelaskan, energi yang dihasilkan PLTS ini akan langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon, Banten. Menurut Fransiskus, tambahan kapasitas ini akan memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai salah satu kawasan industri strategis nasional.


Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *