Jakarta, Sahambagus.co.id-PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menegaskan komitmennya terhadap transisi energi dengan menargetkan kontribusi bisnis hijau terhadap total pendapatan konsolidasi mencapai 40% hingga 50% dalam jangka menengah, yakni dalam kurun waktu lima hingga tujuh tahun ke depan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi transformasi perusahaan menuju portofolio energi yang lebih berkelanjutan.
Transformasi TOBA akan dilakukan secara bertahap, seiring dengan beroperasinya sejumlah proyek energi baru terbarukan (EBT) dan pengelolaan limbah yang tengah dikembangkan. Beberapa inisiatif strategis yang mendukung target tersebut antara lain pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan energi angin di berbagai wilayah Indonesia. Investasi pada pengelolaan limbah dan daur ulang, termasuk proyek biomassa dan RDF (refuse-derived fuel). Kemitraan strategis dengan investor global untuk mempercepat pendanaan proyek hijau
Dengan target kontribusi bisnis hijau hingga separuh dari total pendapatan, TOBA tidak hanya berupaya mendiversifikasi sumber pendapatan, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada batu bara dan energi fosil. Strategi ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menurunkan intensitas emisi karbon. Mendukung target net zero Indonesia. Meningkatkan daya saing di pasar energi global
Meski peluang bisnis hijau terus berkembang, TOBA juga menghadapi tantangan seperti regulasi dan perizinan proyek EBT yang kompleks. Ketersediaan lahan dan infrastruktur pendukung. Fluktuasi harga komoditas dan teknologi energi bersih
Namun, dengan roadmap yang jelas dan dukungan investor, TOBA optimistis dapat mewujudkan transformasi ini secara berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan serta pemegang saham.
Transformasi TOBA menjadi bukti bahwa pelaku industri energi di Indonesia mulai bergerak aktif menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.