Trading Saham Rekomendasi Analis di Sekuritas, Kok Malah Boncos?

10/26/2025 — Ahmad Anke, Saham Bagus, Komunitas, trading saham, analis, sekuritas
📞 Hubungi via WhatsApp
📈 Bullish

Pertanyaannya bagus ini. Kita lihat kenapa kalau rekomendasi sekuritas itu kebanyakan meleset. Sebab kalau mereka bisa memprediksi dengan bagus dan mereka bisa trading dengan bagus, maka analis-analis sekuritas itu buat apa masih kerja di sekuritas?

Lebih baik mereka trading sendiri seperti saya, seperti anda semua, yang saat ini fokus trading saham yang bisa dapat cuan puluhan hingga ratusan juta sehari. Sebab mereka itu belum bisa trading dengan baik, makanya mereka itu masih jadi pekerja masih kerja di sekuritas, kalau sudah pinter buat apa juga kerja di sekuritas.

Kedua, para analis sekuritas itu tidak tahu bahwa mereka itu duduk di kursi emas. Artinya? sebenarnya yang mereka analisis itu jauh bisa menghasilkan uang buat mereka ya kalau mereka bisa melakukan eksekusinya tapi mereka nggak berani melakukan eksekusinya untuk membeli dan menjual aset dari saham itu atau emiten saham itu kenapa mereka takut ya? Karena mental pegawai, mungkin juga belum punya modal, modalnya belum cukup. Juga mungkin mereka sendiri juga takut resiko untuk nyangkut sehingga paling enak itu memang jadi analis ya ngomong sama, ngomong sini, analisa sini, analisa sana tapi tidak ada resiko duit hilang.

Tentu saja, ini sangat berbeda dengan kita seperti trader asli yang setiap hari kita trading. Jadi apa yang kita rekomendasikan kepada Anda itu memang juga apa yang kita pakai buat trading kita sehari-hari.

Bedanya, kami di Saham Bagus Trading Community melakukan tagging research atau memberi label (tag) pada data kualitatif, seperti catatan, untuk mengorganisir, mengklasifikasikan, dan menganalisisnya. Tujuannya adalah untuk menemukan pola, tema, dan wawasan dalam data dengan cara yang lebih terstruktur dan efisien, baik secara manual maupun otomatis.

Sedangkan analis-analis sekuritas itu tidak melakukan tagging research jadi setiap ucapan yang kita lontarkan ini itu ada resikonya, jika apa yang dikatakan tidak benar maka kita tersungkur sendiri.

Berikutnya, mungkin saja ada larangan juga bagi insan sekuritas itu untuk trading sendiri atas nama mereka, biasanya mereka kemudian trading atas nama orang lain.

Semoga jawaban ini bisa memberikan pencerahan, mengapa kalau sekuritas itu kadang rekomendasinya agak aneh gitu ya aneh gitu ya, jadi saham-saham yang lambat-lambat justru direkom.

Terakhir, mungkin saja mereka mendapat titipan dari kliennya. Namanya sekuritas biasanya memuunyai klien emiten yang mungkin saja ada yang minta tolong, tolong dong rekomen saham gue biar bisa naik, biar bisa bagus gitu ya dan sudah rahasia umum bahwa sekuritas juga memang tempat goreng saham. Jadi kalau Pak Purbaya mau tanya dimana goreng saham itu di kantornya sekuritas.


Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *