ASSA Guyur Dividen Interim Rp73,82 Miliar: Rp20 per Saham untuk Tahun Buku 2025
Jakarta, SAHAMBAGUS.CO.ID– PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), emiten logistik terintegrasi dan penyewaan kendaraan, resmi mengumumkan pembagian dividen tunai interim sebesar Rp73,82 miliar untuk periode tahun buku 2025. Keputusan ini diambil berdasarkan Keputusan Direksi No.003/SK/BOD/ASSA/XI/2025 tanggal 3 November 2025, yang telah mendapat persetujuan dewan komisaris, serta mengacu pada laporan keuangan per 30 September 2025.
Setiap pemegang saham berhak atas dividen Rp20 per saham, dengan total nilai Rp73.822.750.340 dari 3.691.137.517 saham yang beredar. Pengumuman ini disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (5/11/2025), menegaskan komitmen ASSA untuk memberikan imbal hasil rutin kepada investor di tengah pertumbuhan bisnis yang solid.
| Agenda | Tanggal |
|---|---|
| Cum Date (Reguler & Negosiasi) | 14 November 2025 |
| Ex Date | 17 November 2025 |
| Recording Date | 18 November 2025 |
| Pembayaran Dividen | 28 November 2025 |
Jadwal ini memungkinkan investor yang membeli saham hingga 14 November untuk menikmati dividen, dengan pembayaran tepat waktu sebelum akhir bulan.
Dividen interim ini didasarkan pada kinerja keuangan ASSA per 30 September 2025 yang impresif. Perusahaan mencatat laba bersih Rp183 miliar (naik 28% YoY), didorong pendapatan Rp3,18 triliun* (+15% YoY) dari segmen Logistik & Kurir (Anteraja), kontribusi 55%, volume pengiriman naik 22%. Penyewaan Kendaraan terkait Utilisasi armada 92%, kontrak korporasi baru dengan BUMN.
Lelang & Jasa Lain dengan margin tinggi dari JBA dan Caroline.
Kas dan setara kas mencapai Rp850 miliar, dengan net debt to equity ratio 0,3x—sangat sehat untuk ekspansi dan dividen. Payout ratio interim ~40%, sejalan dengan kebijakan dividen berkelanjutan (historis 30-50%).
“Dividen interim ini mencerminkan kepercayaan direksi dan komisaris terhadap arus kas yang kuat serta prospek pertumbuhan jangka panjang,” tulis manajemen ASSA dalam keterbukaan informasi.
Dengan harga saham ASSA ditutup di Rp1.250 per saham pada 6 November 2025, dividend yield interim mencapai 1,6%—kompetitif untuk emiten logistik. Jika ditambah dividen final (estimasi Rp30-40/saham), total yield tahunan bisa tembus 4-5%, di atas rata-rata sektor transportasi (3,2%).
Saham ASSA sendiri naik 35% YTD, didukung ekspansi Anteraja (target 1.000 kota coverage 2026) dan sinergi dengan GoTo Logistik.
Dana internal yang kuat memungkinkan ASSA alokasikan capex Rp500 miliar untuk tambah 2.000 unit armada listrik (EV) hingga 2026. Upgrade platform digital Anteraja (AI routing & tracking). Ekspansi warehouse di 5 kota baru.
Prodjo Sunarjanto, Presiden Direktur ASSA, menegaskan “Kami bukan hanya logistik, tapi solusi mobility berkelanjutan—dividen adalah wujud komitmen kami kepada pemegang saham.”
Pengumuman dividen ini menjadi katalis jangka pendek, dengan potensi saham menuju target Rp1.500 (Ciptadana Sekuritas, rekomendasi BUY). Investor ritel disarankan akumulasi di level support Rp1.180–1.200. Hold untuk capture dividen dan growth Anteraja.
Di tengah e-commerce boom dan transisi hijau, ASSA bukan sekadar “dividend stock”—ia adalah growth engine logistik Indonesia.
DISCLAIMER ON : Artikel ini disusun berdasarkan keterbukaan informasi ASSA dan data BEI per 6 November 2025. Pendapat di atas bukan rekomendasi investasi; konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional





💬 Diskusi & Komentar