BSSR Guyur Dividen Interim USD35 Juta: Yield 5,4% Jadi Magnet Investor di Tengah Tren Batubara
Jakarta, SAHAMBAGUS.ID – PT Bumi Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), emiten tambang batubara thermal berkualitas tinggi, resmi mengumumkan pembagian dividen interim senilai USD35 juta atau setara Rp577 miliar (kurs Rp16.500 per USD) untuk tahun buku 2025. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Direksi pada 5 November 2025 dan menjadi sinyal kuat kepercayaan manajemen terhadap arus kas operasional yang solid, meski harga batubara global masih fluktuatif.
Setiap pemegang saham BSSR berhak atas dividen Rp222,58 per saham, yang mengindikasikan dividend yield 5,4% berdasarkan harga penutupan Selasa (4/11/2025) di level Rp4.120 per saham. Pembayaran dijadwalkan pada 28 November 2025, dengan cum date di pasar reguler dan negosiasi pada 18 November 2025, serta ex date pada 19 November 2025.
| Agenda | Tanggal |
|---|---|
| Cum Date (Reguler & Negosiasi) | 18 November 2025 |
| Ex Date | 19 November 2025 |
| Recording Date | 20 November 2025 |
| Pembayaran Dividen | 28 November 2025 |
Dengan total saham beredar 2,59 miliar lembar, alokasi dividen ini mencerminkan payout ratio sekitar 45-50% dari estimasi laba bersih 9M2025, sejalan dengan komitmen BSSR untuk memberikan imbal hasil kompetitif bagi investor.
BSSR mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang 2025, didorong oleh permintaan batubara kalori tinggi dari China, India, dan Korea Selatan. Hingga September 2025, perusahaan memproduksi 9,8 juta ton batubara (naik 12% YoY) dengan stripping ratio rendah 4,5:1, menjaga biaya tunai di bawah USD45 per ton.
Pendapatan 9M2025 tembus USD420 juta (+18% YoY), didukung rata-rata harga jual (ASP) USD60 per ton. Laba bersih tercatat USD78 juta, dengan margin EBITDA 42%—salah satu yang tertinggi di sektor tambang batubara Indonesia. Kas dan setara kas per kuartal III mencapai USD150 juta, memberikan ruang aman untuk capex ekspansi dan dividen.
“Kami berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan imbal hasil pemegang saham. Dividen interim ini mencerminkan arus kas yang kuat dan prospek jangka panjang yang positif,” ujar Agus Sutjipto, Direktur Utama BSSR.
Dengan yield 5,4%, BSSR menawarkan imbal hasil di atas rata-rata sektor tambang batubara (sekitar 3,8%) dan deposito bank (2-3%). Analis Mirae Asset Sekuritas mempertahankan rekomendasi BUY dengan target harga Rp5.200, didorong potensi kenaikan harga batubara HBA ke USD130 per ton pada 2026.
BSSR juga unggul dalam ESG: rehabilitasi lahan 120 hektar per tahun, penggunaan conveyor untuk kurangi emisi debu, dan sertifikasi PROPER Hijau dari Kementerian LHK.
Perusahaan menyiapkan capex USD60 juta untuk penambahan 2 unit excavator Liebherr R 9800 (kapasitas 800 ton/jam). Pengembangan jetty baru di Muara Berau, Kaltim. Studi kelayakan co-firing biomassa 10% di PLTU mitra.
Manajemen menargetkan produksi 13 juta ton pada 2026, dengan 70% kontrak jangka panjang terkunci hingga 2028.
Dividen interim ini menjadi katalis jangka pendek bagi saham BSSR, yang telah naik 28% YTD. Investor disarankan, akumulasi di level support Rp3.900–4.000. Hold untuk capture yield dan potensi capital gain. Pantau harga batubara Newcastle dan kebijakan impor China.
BSSR bukan sekadar “dividend play”, tapi growth story di tengah transisi energy, dengan fundamental tambang premium dan manajemen kas yang disiplin.
DISCLAIMER ON : Artikel ini disusun berdasarkan pengumuman resmi BSSR dan data BEI per 6 November 2025. Pendapat di atas bukan rekomendasi investasi; konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional.





💬 Diskusi & Komentar