CDIA Menguat 1,40% di Sesi I: Tren Bullish Didukung Kinerja Solid Emiten Prajogo Pangestu
Jakarta, SAHAMBAGUS.CO.ID – Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten afiliasi konglomerat Prajogo Pangestu, menunjukkan ketahanan di tengah sentimen pasar yang positif. Pada akhir sesi I perdagangan Kamis (6/11/2025), saham CDIA menguat 1,40% menjadi Rp 1.815 per saham, melanjutkan momentum positif dari penutupan kemarin yang naik 0,28%. Pergerakan ini sejalan dengan proyeksi analis BRI Danareksa Sekuritas yang melihat tren bullish berkelanjutan, dengan harga bertahan di atas level support kunci.
Aktivitas perdagangan CDIA terlihat ramai sepanjang sesi I, mencerminkan minat investor yang tinggi terhadap prospek infrastruktur dan energi terbarukan perusahaan. Sebanyak 93,17 juta lembar saham berpindah tangan, dengan frekuensi transaksi mencapai 18.597 kali dan nilai total Rp 170,7 miliar. Data ini menandakan likuiditas yang kuat, didorong oleh inflow dari investor institusi dan ritel yang optimis pasca-laporan keuangan kuartal III-2025.
| Indikator Transaksi Sesi I (6/11/2025) | Nilai |
|---|---|
| Harga Penutupan Sesi I | Rp 1.815 (+1,40%) |
| Volume Perdagangan | 93,17 juta lembar |
| Frekuensi Transaksi | 18.597 kali |
| Nilai Transaksi | Rp 170,7 miliar |
Penutupan positif ini melanjutkan tren harian sebelumnya, di mana CDIA ditutup di level Rp 1.790 (naik 0,28%). Dibandingkan pembukaan sesi I di Rp 1.825 (naik 1,96%), saham sempat mengalami tekanan jual ringan menjelang jeda siang, namun tetap bertahan di atas MA-5 hari.
Tren Bullish ala BRI Danareksa: Support Kokoh di Rp 1.670-1.745
BRI Danareksa Sekuritas, dalam analisis teknikal terbarunya per 31 Oktober 2025, menegaskan bahwa pergerakan saham CDIA masih dalam tren bullish yang solid. Saat ini, harga mampu bertahan di atas level support utama Rp 1.670-1.745, yang sebelumnya menjadi zona rebound kuat. Analis memproyeksikan potensi penguatan menuju resistance Rp 1.950-2.000, didukung pola cup and handle yang telah terkonfirmasi break.
“Saham CDIA menunjukkan ketahanan di tengah volatilitas pasar, dengan indikator RSI (Relative Strength Index) berada di zona netral-bullish 55-60. Investor disarankan akumulasi di level support untuk target jangka pendek,” ujar tim riset BRI Danareksa dalam laporan tersebut. Proyeksi ini diperkuat oleh fundamental perusahaan, termasuk laba bersih 9M2025 yang mencapai US$83,5 juta (Rp 1,38 triliun), naik 269,6% YoY pada kuartal III.
Sebagai anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan kepemilikan 70% dan mitra EGCO Group Thailand, CDIA berfokus pada investasi infrastruktur, logistik maritim, dan energi. Pada Oktober 2025, anak usaha PT Chandra Warehouse Cilegon (CWC) mengakuisisi lahan 51.128 m² di Cilegon senilai signifikan untuk ekspansi pergudangan, mendukung operasional di Kawasan Industri Krakatau.
Di sektor energi, PT Krakatau Chandra Energi (KCE) menambah kapasitas PLTS ground-mounted 4,7 MWp di Cilegon, membawa total terpasang menjadi 11 MWp mulai November 2025. Sementara di logistik, CDIA membangun dua kapal pengangkut gas etilena dan tingkatkan kepemilikan di PT Chandra Shipping International (CSI) serta PT Marina Indah Maritim (MIM), dengan armada mencapai 7 kapal (kapasitas 5.000-8.600 DWT).
Pendanaan kuat datang dari fasilitas pinjaman Rp 2 triliun dari BTN, pinjaman Bank Danamon, tambahan modal dari induk, serta dana IPO Juli 2025 senilai Rp 2,37 triliun (harga Rp 170-190 per saham). Komisaris CDIA juga aktif borong 4,25 juta saham senilai Rp 4,46 miliar, sinyal kepercayaan internal.
Penguatan CDIA sejalan dengan IHSG yang dibuka menguat 0,5% pada 6 November, didukung saham jumbo seperti BREN (+1,03%) dan RAJA (+2,44%). Dengan kapitalisasi pasar Rp 200,54 triliun dan EPS TTM 0,00 (fokus growth), CDIA dipandang sebagai play defensif di sektor utilitas listrik dan infrastruktur.
Analis Phintraco Sekuritas bahkan mematok target mid-term Rp 3.000, setelah capai Rp 2.200. Namun, investor diimbau pantau risiko eksternal seperti fluktuasi yield global dan regulasi energi.
CDIA bukan hanya saham, tapi cerminan pertumbuhan infrastruktur Indonesia yang kian matang.
DISCLAIMER ON : Artikel ini disusun berdasarkan data BEI dan laporan analis per 6 November 2025. Pendapat di atas bukan rekomendasi investasi; konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional.





💬 Diskusi & Komentar