⚖️ Sentimen Pasar: Netral

Dragonmine Mining (Hong Kong) Negosiasi Akuisisi 80% Saham BLUE: Potensi Perubahan Pengendalian di Emiten Printing

November 7, 2025  •  mahmud yunus

Jakarta, SAHAMBAGUS.CO.ID- Pasar saham Indonesia kembali menjadi sorotan investor asing dengan rencana pengambilalihan mayoritas saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) oleh perusahaan asal Hong Kong, Dragonmine Mining Limited. Dalam pengumuman resmi yang dipublikasikan pada Kamis (6/11/2025), direksi Dragonmine menyatakan bahwa proses negosiasi sedang berlangsung untuk mengakuisisi 334.400.000 saham atau 80% saham BLUE dari lima pemegang saham pengendali utama.

Transaksi ini, jika terealisasi, berpotensi mengubah struktur pengendalian emiten yang bergerak di sektor perdagangan peralatan printing dan stationery ini.

Pengumuman tersebut disampaikan sehubungan dengan ketentuan Pasal 4 ayat (1) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, menandakan langkah awal menuju due diligence dan persetujuan regulator. “Dengan ini kami, Dragonmine Mining (Hong Kong) Limited, suatu perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Hong Kong (‘Calon Pengendali Baru’) bermaksud untuk mengumumkan bahwa saat ini kami sedang melaksanakan proses negosiasi atas rencana pengambilalihan PT Berkah Prima Perkasa Tbk (‘Perseroan’) dengan Herman Tansri, Siek Agung Guntoro, Fajar Tasrif, Rudy Tasrif, dan PT Cetak Biru Kapital (bersama-sama disebut sebagai ‘Para Penjual’),” tulis manajemen Dragonmine dalam dokumen resminya.

Rencana akuisisi mencakup pembelian 334.400.000 saham BLUE, setara dengan 80% dari total saham yang diterbitkan dan disetor penuh. Para penjual meliputi individu-individu kunci seperti Herman Tansri (sebagai pemegang saham pengendali utama), Siek Agung Guntoro, Fajar Tasrif, Rudy Tasrif, serta entitas PT Cetak Biru Kapital. Saat ini, Dragonmine tidak memiliki saham BLUE secara langsung maupun tidak langsung, sehingga transaksi ini akan menjadikannya pengendali baru jika disetujui.

Harga akuisisi belum diungkap, namun berdasarkan harga saham BLUE yang ditutup di Rp 310 per saham pada 6 November 2025 (naik 1,95% dari hari sebelumnya), nilai potensial transaksi bisa mencapai sekitar Rp 103,66 miliar. Lonjakan harga ini mencerminkan euforia pasar pasca-pengumuman, dengan volume perdagangan melonjak 150% di sesi perdagangan Kamis.

Dragonmine Mining Limited adalah perusahaan investasi berbasis di Hong Kong yang didirikan pada 2018, dengan kegiatan utama meliputi pengelolaan investasi, jasa advisory, dan konsultasi keuangan. Meskipun namanya menyiratkan keterlibatan di sektor pertambangan, Dragonmine lebih dikenal sebagai vehicle investasi strategis untuk ekspansi di emerging markets Asia, termasuk Indonesia. Direktur Dragonmine, Du Shang Meng, menegaskan bahwa tujuan pengambilalihan adalah “untuk pengembangan bisnis dan tujuan investasi calon pengendali baru di Indonesia.”

Sejauh ini, Dragonmine telah terlibat dalam beberapa proyek joint venture di sektor teknologi dan logistik di Asia Tenggara, dengan aset di bawah pengelolaan mencapai HK$500 juta (sekitar Rp 1 triliun). Pengumuman ini sejalan dengan tren inflow asing ke pasar modal Indonesia, di mana investor Hong Kong mendominasi 15% dari total foreign direct investment (FDI) di kuartal III/2025.

PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE), yang dikenal dengan merek ‘Bluprint’, didirikan pada 2005 dan resmi mencatatkan sahamnya di BEI pada 2024. Perusahaan berfokus pada perdagangan grosir peralatan komputer, stationery, dan aktivitas pendukung printing, termasuk manufaktur tinta printer, toner cartridge, thermal paper, serta jasa printing tekstil. Produk unggulannya mencakup printer thermal, barcode scanner, laminating film, dan consumables DTF untuk industri fashion dan medis.

Pada 2024, BLUE mencatat pendapatan Rp 150 miliar dengan laba bersih Rp 25 miliar, didorong permintaan digital printing pasca-pandemi. Dengan 60 karyawan dan jaringan distribusi di Jawa serta Sumatra, perusahaan menargetkan ekspansi ke e-commerce printing pada 2026. Akuisisi ini diharapkan membawa modal segar untuk diversifikasi ke sektor green printing dan teknologi AI untuk desain otomatis.

Pengumuman negosiasi langsung memicu kenaikan saham BLUE sebesar 24% dalam seminggu terakhir, menjadikannya salah satu top gainer di papan pengembangan BEI. Analis Ciptadana Sekuritas memandang transaksi ini sebagai katalisator positif, dengan target harga Rp 450 per saham jika deal terealisasi. “Masuknya investor Hong Kong bisa memperkuat BLUE di tengah kompetisi ketat dari emiten seperti ITMG di sektor teknologi printing,” ujar analis senior Ciptadana.

Namun, proses negosiasi masih memasuki tahap awal, termasuk due diligence finansial dan persetujuan OJK. Potensi risiko termasuk fluktuasi nilai tukar HKD-IDR dan integrasi budaya bisnis. Bagi investor ritel, ini menjadi peluang akumulasi di level support Rp 280-300, dengan proyeksi yield dividen 2-3% pasca-akuisisi.

Langkah Dragonmine ini memperkuat narasi Indonesia sebagai destinasi investasi Asia, di mana sektor printing diproyeksikan tumbuh 8% tahunan hingga 2030 berkat digitalisasi UMKM.

DISCAILEMR ON : Artikel ini disusun berdasarkan pengumuman resmi Dragonmine dan data BEI per 6 November 2025. Pendapat di atas bukan rekomendasi investasi; konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional.



💬 Diskusi & Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *

Masuk ke Akun

Belum punya akun? Daftar sekarang