Harga Emas Ambruk Lagi! Penurunan Tajam 5 Februari 2026 Bikin Panik Investor, Sampai Kapan Tren Gelap Ini Bertahan?
SAHAMBAGUS.CO.ID-Trading Economics memperkirakan harga emas akan naik kembali ke $4,938.65 per ounce pada akhir kuartal ini, dan mencapai $5,209.62 dalam 12 bulan ke depan. Penurunan ini dilihat sebagai koreksi setelah reli tajam di akhir Januari, di mana emas naik 6.1% pada 4 Februari berkat pembelian bargain hunting dan pelemahan dolar sementara.
Untuk jangka panjang sepanjang 2026, prospek tetap bullish. JPMorgan memprediksi harga emas bisa tembus $6,300 per ounce akhir tahun, didorong oleh permintaan bank sentral dan investor global. Prediksi lain dari LiteFinance bahkan lebih optimis, dengan harga potensial $7,615–$8,491 per ounce akhir 2026. Di Indonesia, harga emas Antam diproyeksikan mencapai Rp4.200.000 per gram akhir tahun, naik signifikan dari level saat ini.
Faktor pendukung kenaikan jangka panjang meliputi:
– Ketegangan geopolitik, seperti isu AS-Iran dan pembicaraan nuklir.
– Inflasi global dan ketidakpastian ekonomi.
– Permintaan fisik yang kuat dari Asia, termasuk Indonesia.
Penurunan harga emas pada 5 Februari 2026 merupakan peluang bagi investor untuk membeli di level rendah, mengingat prediksi rebound kuat. Namun, tetap waspada terhadap volatilitas pasar. Bagi investor di Depok atau wilayah Jabodetabek, pantau harga emas Antam melalui situs resmi Logam Mulia atau Pegadaian untuk transaksi aman. Tren penurunan ini kemungkinan berakhir dalam waktu dekat, dengan tahun 2026 secara keseluruhan diproyeksikan sebagai tahun emas yang cerah.





💬 Diskusi & Komentar