⚖️ Sentimen Pasar: Netral

Harga Emas Ambruk Total! Saham Tambang Ini Bisa Hancur Lebur – Investor Panik, Rebound atau Kiamat?

Februari 2, 2026  •  mahmud yunus

SAHAMBAGUS.CO.ID-Harga emas dunia mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir, mencapai level terendah baru di awal Februari 2026. Pada 2 Februari 2026, harga emas spot turun sekitar 3-4% menjadi USD 4.742 per ounce, melanjutkan koreksi dari rekor tertinggi USD 5.608 per ounce yang dicapai akhir Januari. Penurunan ini merupakan yang terbesar dalam lebih dari satu dekade, dengan total penurunan mingguan mencapai 9-11%. Di pasar domestik Indonesia, harga emas Antam juga ikut anjlok, stabil di Rp 2.860.000 per gram setelah turun Rp 260.000 dari level sebelumnya, sementara harga buyback berada di Rp 2.654.000 per gram.

Penyebab utama anjloknya harga emas adalah nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve oleh Presiden AS Donald Trump pada akhir Januari 2026. Warsh dikenal dengan sikap hawkish terhadap inflasi, yang memperkuat nilai dolar AS dan mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe-haven. Selain itu, aksi profit-taking setelah reli panjang emas sepanjang 2025—di mana harga naik hingga 65-75%—juga memperburuk koreksi. Meski demikian, fundamental emas tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi, dengan proyeksi harga rata-rata USD 4.938 per ounce pada akhir kuartal pertama 2026.

Penurunan harga emas langsung berdampak pada saham perusahaan tambang emas, baik di Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun secara global. Di BEI, saham emiten emas mengalami pelemahan variatif, meski beberapa menunjukkan ketahanan berkat diversifikasi bisnis. Misalnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sempat melonjak saat emas mencapai rekor, tapi kini terkoreksi tajam. Namun, analis merekomendasikan “buy on weakness” untuk MDKA di kisaran Rp 3.000-3.120, dengan target Rp 3.300-3.460, melihat potensi rebound.

Berikut pergerakan beberapa saham emas utama di BEI berdasarkan data terkini (per akhir Januari 2026):

Kode SahamEmitenHarga Terakhir (Rp)Perubahan (%)
ANTMPT Aneka Tambang Tbk4.610-3.15
MDKAPT Merdeka Copper Gold Tbk3.210-6.96
AMMNPT Amman Mineral Internasional7.800-0.64
ARCIPT Archi Indonesia Tbk1.985-2.22
HRTAPT Hartadinata Abadi Tbk2.440+4.72
BRMSPT Bumi Resources Minerals Tbk(tidak spesifik)-1.19

Secara global, saham tambang emas juga terpukul. Barrick Gold (GOLD) turun 11-15%, Newmont (NEM) anjlok 11.5%, dan ETF VanEck Gold Miners (GDX) merosot hingga 13%. Penurunan ini mencerminkan ketergantungan tinggi sektor ini pada harga komoditas, dengan volatilitas yang diperburuk oleh perubahan kebijakan moneter AS.

Meski saat ini tertekan, saham emas berpotensi rebound jika harga emas stabil di atas USD 4.700 per ounce. Investor disarankan memantau perkembangan Fed dan geopolitik, seperti ketegangan di Timur Tengah atau kebijakan tarif AS. Di Indonesia, emiten seperti ANTM dan MDKA tetap menarik untuk jangka menengah berkat ekspansi produksi dan dukungan pemerintah terhadap sektor mineral. Namun, risiko volatilitas tetap tinggi, sehingga diversifikasi portofolio menjadi kunci.



💬 Diskusi & Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *

Masuk ke Akun

Belum punya akun? Daftar sekarang