⚖️ Sentimen Pasar: Netral

PJHB Resmi Melantai di BEI: Saham Lonjak 24,85% dan Tarik Minat Investor Jerman

November 7, 2025  •  mahmud yunus

Jakarta, Sahambagus.co.id – PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB), perusahaan pelayaran nasional asal Samarinda, Kalimantan Timur, resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 6 November 2025. Debut perdana ini langsung disambut antusiasme tinggi dari investor, dengan harga saham melonjak 24,85% menjadi Rp412 per saham di sesi pembukaan, menyentuh Auto Rejection Atas (ARA). Lonjakan ini menandai PJHB sebagai emiten ke-24 yang IPO di BEI sepanjang 2025, sekaligus menunjukkan potensi sektor logistik laut di tengah pemulihan ekonomi domestik.

IPO PJHB yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 4 November 2025 mencatat oversubscription mencapai 267,04 kali untuk porsi penjatahan terpusat, mengindikasikan permintaan yang melimpah dari investor ritel maupun institusi. Perusahaan melepas 480 juta saham baru atau 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga penawaran Rp330 per saham. Total dana hasil IPO mencapai Rp158,4 miliar, yang seluruhnya dialokasikan untuk belanja modal guna pembangunan tiga kapal baru jenis LCT (Landing Craft Tank) berkapasitas 2.500 DWT.

Kapal-kapal baru ini akan dikerjakan oleh galangan kapal non-afiliasi seperti PT Untung Brawijaya Sejahtera dan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia. “IPO ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus transparan, bertanggung jawab, dan berkelanjutan sejak berdiri 2008,” ujar Direktur Utama PJHB, Go Sioe Bie, dalam sambutan pencatatan saham perdana.

Selain saham, PJHB juga menerbitkan 240 juta Waran Seri I secara gratis dengan rasio 2:1, yang memberikan hak pembelian saham tambahan mulai Mei 2026 hingga November 2026. Waran ini langsung terbang 40.900% di hari pertama, mencerminkan euforia pasar.

Tidak butuh waktu lama setelah melantai, PJHB sudah mendapat sinyal ketertarikan dari pihak asing untuk mendukung pengembangan proyeknya. Komisaris Utama PJHB, Hero Gozali, mengungkapkan bahwa minat tersebut datang dari investor asal Jerman. “Sudah ada investor dari Jerman yang menunjukkan dukungan terhadap proyek kami. Namun bentuknya belum berupa penyertaan modal, lebih ke dukungan proyek,” ujarnya di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Kamis, 6 November 2025.

Dukungan ini diharapkan memperkuat jaringan PJHB yang melayani rute domestik utama seperti Jawa-Kalimantan-Sulawesi-Papua, khususnya untuk pengangkutan alat berat, mesin industri, dan kontainer bagi sektor minyak dan gas, pertambangan, serta perkebunan. Saat ini, PJHB mengoperasikan lima kapal LCT, termasuk LCT Cipta Jaya Harapan 7 (2012) hingga LCT Lien Star 88 (2009), yang beroperasi pada utilisasi maksimum.

Didirikan pada 2008, PJHB fokus pada jasa angkutan laut khusus alat berat dan kontainer antarpelabuhan domestik. Pada 2024, perusahaan mencatat pendapatan Rp54,66 miliar (turun 2,56% YoY akibat perbaikan kapal) dan laba bersih Rp17,19 miliar dengan margin di atas 30%. Total aset melonjak menjadi Rp164,6 miliar per April 2025 dari Rp89,5 miliar akhir 2023, didukung aset tidak lancar Rp145,5 miliar.

Manajemen berkomitmen bagi dividen hingga 30% dari laba bersih mulai 2025, tergantung RUPS, setelah rutin membagikan dividen tunai dan saham sejak 2022 (terbesar Rp70,5 miliar saham pada Februari 2025). Struktur kepemilikan pasca-IPO: Hero Gozali (37,5%), Adelia Aryni Setyawan (12,75%), dan publik (25%).

Dengan penambahan armada, PJHB menargetkan pendapatan Rp144 miliar dalam lima tahun ke depan, naik hampir tiga kali lipat dari 2024, didorong permintaan logistik dari sektor energi, tambang, dan infrastruktur. Analis memandang PJHB sebagai peluang menarik di papan pengembangan BEI, sejalan dengan tren inflow asing ke pasar saham Indonesia. Namun, tantangan seperti fluktuasi harga bahan bakar dan regulasi maritim tetap perlu diwaspadai.

IPO PJHB bukan hanya sukses finansial, tapi juga katalisator bagi industri pelayaran nasional yang kian vital di era ekspor-impor yang bergelora.

DISCLAIMER ON : Artikel ini disusun berdasarkan data resmi BEI dan prospektus PJHB per 6 November 2025. Pendapat di atas bukan rekomendasi investasi; konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional.



💬 Diskusi & Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *

Masuk ke Akun

Belum punya akun? Daftar sekarang