⚖️ Sentimen Pasar: Netral

Proyeksi Kinerja Emiten Multifinance Boy Thohir & Jerry Ng (BFIN) yang Bersiap Tebar Dividen Interim

Desember 3, 2025  •  mahmud yunus

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), emiten multifinance yang dikendalikan oleh konglomerat Garibaldi “Boy” Thohir dan bankir Jerry Ng melalui Trinugraha Capital & Co SCA, kembali menunjukkan ketangguhan di tengah dinamika ekonomi. Perusahaan ini baru saja mengumumkan pembagian dividen interim sebesar Rp35 per saham, yang akan dibayarkan pada 18 Desember 2025. Keputusan ini didasari oleh kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III/2025, dengan laba bersih mencapai Rp1,17 triliun. Apa saja proyeksi kinerja BFIN ke depan? Berikut ulasan lengkapnya.

Kinerja Gemilang di Tengah Tantangan Ekonomi

Hingga September 2025, BFIN mencatatkan pertumbuhan yang mengesankan. Laba bersih naik 4,7% year-on-year (YoY) menjadi Rp1,17 triliun, didorong oleh pembiayaan baru yang melonjak 15,2% YoY menjadi Rp16,4 triliun. Total aset perusahaan mencapai Rp25,4 triliun, tumbuh 5,5% YoY, sementara piutang pembiayaan dikelola (managed receivables) meningkat 13% menjadi Rp26 triliun.

Segmen pembiayaan modal kerja menjadi andalan, dengan piutang mencapai Rp14,8 triliun atau naik 15,5% YoY. Ini mencerminkan komitmen BFIN mendukung UMKM dan pelaku usaha produktif. Profitabilitas tetap kuat, dengan Return on Asset (ROA) 7,7% dan Return on Equity (ROE) 14,7%. Yang lebih membanggakan, rasio Non-Performing Financing (NPF) terjaga rendah di level bruto 1,55% dan neto 0,26%—jauh di bawah rata-rata industri multifinance sebesar 2,51% (data OJK Agustus 2025).

Presiden Direktur BFIN Sutadi menyatakan, “Kinerja ini bukti strategi kami berbasis kualitas pembiayaan dan tata kelola yang kuat. Kami terus diversifikasi produk dan jalur akuisisi sambil menjaga manajemen risiko disiplin.”

Dividen Interim: Hadiah Manis untuk Pemegang Saham

BFIN akan membagikan dividen interim Rp519,73 miliar atau Rp35 per saham kepada pemegang saham yang tercatat hingga 12 Desember 2025. Jadwal lengkapnya:

  • Cum dividen pasar reguler & negosiasi: 10 Desember 2025
  • Ex dividen pasar reguler & negosiasi: 11 Desember 2025
  • Cum dividen pasar tunai: 12 Desember 2025
  • Ex dividen pasar tunai: 15 Desember 2025
  • Pembayaran: 18 Desember 2025

Dividen ini setara 44,5% dari laba kuartal III/2025, menunjukkan komitmen manajemen untuk memberikan return langsung kepada investor. Boy Thohir dan Jerry Ng, sebagai pemegang saham pengendali (48,15% melalui Trinugraha Capital), akan meraup porsi signifikan dari dividen ini—memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin sektor multifinance.

Proyeksi Kinerja 2025-2026: Optimis dengan Pertumbuhan Berkelanjutan

Analis pasar memproyeksikan BFIN akan terus bertumbuh di 2025-2026, didukung oleh pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan program pemerintah seperti pembangunan 3 juta rumah serta transisi ke kendaraan listrik.

  • Tahun 2025 (Full Year): Pendapatan bersih diprediksi mencapai Rp6,8-7 triliun, naik 8-10% YoY. Laba bersih ditargetkan Rp1,5-1,6 triliun, dengan pembiayaan baru tumbuh 12-15%. Fokus pada digitalisasi melalui anak usaha Pinjam Modal akan mendongkrak efisiensi, dengan target penetrasi pasar UMKM hingga 20%.
  • Tahun 2026: Pertumbuhan lebih agresif, dengan aset diproyeksikan Rp28-30 triliun. Laba bersih bisa mencapai Rp1,8 triliun, didorong oleh ekspansi ke pembiayaan hijau (kendaraan listrik) dan kolaborasi ekosistem digital seperti Gojek-Bank Jago. ROE diperkirakan naik ke 15-16%, sementara NPF tetap di bawah 1,5%.

Tantangan seperti suku bunga tinggi dan penurunan daya beli masyarakat akan diatasi dengan strategi hedging dan peningkatan cakupan penyisihan (NPF coverage 2,5 kali). Analis Mandiri Sekuritas merekomendasikan “Beli” dengan target harga Rp1.200-1.300 per saham, sementara Kiwoom Sekuritas melihat valuasi BFIN masih undervalued (PBV di bawah rata-rata industri).

Strategi Boy Thohir & Jerry Ng: Menuju Multifinance Digital

Sejak mengakuisisi mayoritas saham pada 2022, Boy Thohir dan Jerry Ng telah mentransformasi BFIN menjadi pemain digital. Investasi di teknologi, seperti integrasi API dengan Pinjam Modal, telah memperluas akses pembiayaan ke UMKM dan mitra logistik seperti Ninja Xpress. Ke depan, mereka berencana masuk ekosistem fintech lebih dalam, termasuk pembiayaan hijau untuk mendukung transisi energi nasional.

“Kami berkomitmen membangun BFIN sebagai multifinance terdepan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Sutadi.

Kesimpulan: Peluang Investasi yang Menjanjikan

Dengan dividen interim di depan mata dan proyeksi pertumbuhan solid, BFIN layak menjadi pilihan investor jangka panjang. Di tengah ketidakpastian ekonomi, kinerja stabil dan manajemen risiko yang prima membuatnya menonjol di sektor multifinance. Bagi pemegang saham, ini saatnya menikmati hasil—sementara prospek 2026 membuka peluang cuan lebih besar.

Pantau terus perkembangan BFIN di BEI dan situs resmi perusahaan. Investasi bijak, hasilkan maksimal!

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum bertransaksi.



💬 Diskusi & Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *

Masuk ke Akun

Belum punya akun? Daftar sekarang