⚖️ Sentimen Pasar: Netral

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Direktur Komersial Handi Sutanto Jual Habis 300 Saham pada Oktober 2025, Cuan Rp42 Ribu

November 8, 2025  •  mahmud yunus

Jakarta, SAHAMBAGUS.CO.ID – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), emiten BUMN pertambangan emas dan logam mulia, melaporkan transaksi penjualan saham oleh salah satu anggota direksinya, Handi Sutanto. Direktur Komersial tersebut melepas seluruh kepemilikan sahamnya sebanyak 300 lembar pada 16 Oktober 2025, dengan harga Rp3.330 per saham. Pengumuman ini disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan Wisnu Danandi Haryanto dalam keterbukaan informasi resmi pada Kamis (6/11), menegaskan bahwa transaksi dilakukan untuk tujuan trading dan tidak memengaruhi operasional perseroan. Meski volume kecil, aksi ini menarik perhatian investor di tengah tren bullish harga emas global yang mendorong saham ANTM naik 107% year-to-date.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) didirikan pada 1968 sebagai BUMN di bawah Kementerian BUMN, dengan fokus pada eksplorasi, penambangan, dan pengolahan emas, nikel, bauksit, serta logam mulia seperti perhiasan dan koin emas. Perusahaan ini mengoperasikan tambang Pongkor dan Cibaliung di Jawa Barat, serta pabrik pengolahan di seluruh Indonesia, dengan total cadangan emas mencapai 5,5 juta ounce. ANTM juga mendominasi 84% pendapatan dari segmen emas, menjadikannya highly correlated dengan harga XAU yang melonjak 46% YTD menjadi US$4.000 per troy ons.

Pada kuartal III/2025, ANTM mencatat laba bersih Rp1,2 triliun (naik 25% YoY), didorong penjualan emas 1,2 ton dan ASP naik 35% menjadi Rp1,5 juta per gram. Pendapatan keseluruhan Rp15,8 triliun, dengan EBITDA Rp2,1 triliun. Dividen 2024 sebesar Rp3,64 triliun (Rp151,77/saham) dibagikan Juni 2025, yield 9,95%. Hingga 7 November 2025, saham ANTM ditutup Rp2.940, turun 1,01% hari itu tapi naik 107% YTD, dengan kapitalisasi pasar Rp70,65 triliun dan PER 9,5 kali. Analis memproyeksikan target Rp3.500, didukung ekspansi tambang dan hilirisasi nikel.

Transaksi Handi Sutanto merupakan aksi jual bersih setelah ia membeli saham yang sama kurang dari sebulan sebelumnya. Pada 26 September 2025, Handi mengakuisisi 300 saham ANTM dengan harga Rp3.190 per lembar, merogoh kocek Rp957.000 dan menjadikan kepemilikannya 0,0000012% dari total saham beredar (25 miliar lembar). Kemudian, pada 16 Oktober 2025, ia menjual seluruhnya di Rp3.330 per saham, menghasilkan Rp999.000—cuan bersih Rp42.000 atau 4,38%.

Wisnu Danandi Haryanto menyatakan dalam keterbukaan informasi, “Transaksi dilakukan untuk tujuan trading/penjualan, dengan status kepemilikan langsung sebelumnya.” Handi, yang berdomisili di Jakarta Timur, kini tidak lagi memiliki saham ANTM secara langsung. Transaksi ini dilaporkan sesuai POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transparansi Pemegang Saham, dan tidak dianggap material karena nilai di bawah 0,5% modal.

Pasar bereaksi netral terhadap pengumuman, dengan saham ANTM turun 1,01% ke Rp2.940 pada 6 November—level terendah sebulan terakhir (-7,52% dari Rp3.190 pada 6 Oktober). Volume perdagangan harian 15 juta lembar, di bawah rata-rata 20 juta, menandakan kurangnya kepanikan. Namun, secara YTD, ANTM tetap top performer di sektor emas, melampaui ARCI (+319%) meski lebih moderat.

Analis Erdhika Elit Sekuritas menilai, “Aksi jual direksi volume kecil ini normal untuk trading, bukan sinyal bearish. Fundamental ANTM solid dengan cadangan emas dan dividen tinggi.” Kiwoom Sekuritas merekomendasikan “buy” dengan target Rp3.200, memproyeksikan laba 2025 Rp2,5 triliun berkat harga emas di atas US$3.000. Risiko: Fluktuasi komoditas dan regulasi ekspor nikel.

Prospek ke Depan: Ekspansi Emas dan Hilirisasi Jadi Katalis

ANTM optimis dengan rencana ekspansi Tambang Pongkor (tambahan 100.000 oz/tahun) dan kolaborasi dengan Danantara untuk hilirisasi bauksit senilai Rp100 triliun. Manajemen targetkan produksi emas 12 ton pada 2026, sejalan target lifting minerba nasional. Bagi investor, transaksi Handi jadi reminder diversifikasi, tapi ANTM tetap pilihan solid di portofolio emas dengan yield dividen 5,09%. Pantau RUPS Desember untuk update strategi—potensi cuan jangka panjang di tengah tren safe haven emas global.



💬 Diskusi & Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *

Masuk ke Akun

Belum punya akun? Daftar sekarang