PT Hafar Daya Konstruksi (HDK): Akuisisi Strategis RAJA dan PTRO Dorong Ekspansi ke Proyek Lapangan Hidayah Petronas
Jakarta, SAHAMBAGUS.CO.ID– Dalam langkah ekspansi yang semakin agresif di sektor minyak dan gas (migas) lepas pantai, PT Hafar Daya Konstruksi (HDK) kini menjadi sorotan setelah diakuisisi oleh dua emiten besar, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Akuisisi ini tidak hanya memperkuat posisi HDK sebagai pemain utama di bidang Engineering, Procurement, Construction & Installation (EPCI), tetapi juga membuka peluang baru melalui kontrak prestisius untuk proyek Lapangan Hidayah milik Petroliam Nasional Berhad (Petronas). Manajemen HDK mengonfirmasi perolehan kontrak ini dalam siaran resminya pada Jumat (7/11), menandai tonggak penting dalam mendukung kemandirian energi nasional.
PT Hafar Daya Konstruksi (HDK) adalah bagian dari Grup Hafar, sebuah entitas nasional yang telah beroperasi sejak 2007. Dengan pengalaman lebih dari 18 tahun di industri migas lepas pantai, HDK fokus pada layanan EPCI yang mencakup offshore pipelaying (pemasangan pipa lepas pantai), subsea segment pipe replacement (penggantian segmen pipa bawah laut), shore-pull (tarikan pantai), PLEM installation (pemasangan manifold akhir pipa), calm buoy (SPM) installation (pemasangan boi tenang), platform riser-repair/replacement (perbaikan/penggantian riser platform), serta pre-trenching dan post-trenching (penggalian parit sebelum dan sesudah pemasangan).
Grup Hafar juga didukung oleh entitas pelayaran seperti PT Hafar Daya Samudera (HDS), yang mengoperasikan armada berlisensi termasuk crew boat, coastal tug, material barge, general barge, dan shallow water dredger. Selain itu, PT Hafar Capitol Nusantara (HCN), anak usaha penuh HDS, menangani operasi pipelaying barge, anchor handling tugs, dan pontoon barge. Kombinasi ini menjadikan Grup Hafar sebagai penyedia layanan terintegrasi yang mendukung aktivitas pengeboran dan produksi migas di perairan Indonesia.
Sebelum akuisisi, HDK telah melayani berbagai proyek migas nasional, tetapi kolaborasi dengan raksasa seperti Petronas menandai era baru di mana perusahaan nasional ini bersaing di level global.
Pada 15 Agustus 2025, PT Petrosea Tbk (PTRO) dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) merampungkan akuisisi 100% saham Grup Hafar, termasuk HDK dan HDS, dengan total nilai transaksi mencapai Rp790 miliar. Skema akuisisi dirancang secara cermat: PTRO, melalui anak usahanya PT Petrosea Engineering Procurement Construction, mengakuisisi 51% saham HDK senilai Rp239,94 miliar (155.550 saham) dan 51% saham HDS senilai Rp159,96 miliar (327.930 saham). Sementara itu, RAJA mengambil porsi 49% saham untuk kedua entitas tersebut.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengembangan bisnis 2025 bagi kedua emiten. PTRO, yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu melalui PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, melihat akuisisi ini sebagai peluang untuk memperkuat kapabilitas EPCI offshore secara terintegrasi, mencakup value chain dari hulu ke hilir. “Petrosea terus memperkuat kapabilitas di bidang EPCI offshore dengan mengadopsi kemajuan teknologi dan pengoptimalan kompetensi teknis multidisiplin,” ujar Michael, Presiden Direktur PTRO.
Di sisi lain, RAJA, yang dikenal sebagai penyedia energi terintegrasi dan terafiliasi dengan Happy Hapsoro, memanfaatkan akuisisi untuk memperluas portofolio di midstream, EPCI, dan perkapalan. “Kolaborasi ini selaras dengan program pemerintah untuk peningkatan lifting migas nasional,” tambah Djauhar Maulidi, Presiden Direktur RAJA. Meskipun transaksi ini tidak material menurut regulasi OJK, dampaknya signifikan: pendapatan PTRO dari segmen EPCI migas lepas pantai melonjak menjadi US$5,86 juta (sekitar Rp97 miliar) pada kuartal terbaru, sebagian besar berkat kontribusi HDK.
Akuisisi ini juga menciptakan sinergi operasional, di mana keunggulan teknis PTRO dan jaringan energi RAJA mendukung eksekusi proyek HDK yang lebih efisien.
Puncak dari sinergi pasca-akuisisi adalah perolehan kontrak EPCIC (Engineering, Procurement, Construction, Installation, and Commissioning) untuk Proyek Pengembangan Lapangan Hidayah Tahap 1. Kontrak ini diperoleh dari Petronas Carigali North Madura II Ltd., anak usaha Petronas yang beroperasi sebagai operator tunggal di Wilayah Kerja (WK) North Madura II, lepas pantai Jawa Timur. Nilai porsi HDK dalam kontrak ini mencapai US$9,5 juta atau sekitar Rp156 miliar (dengan asumsi kurs Rp16.400 per dolar AS).
Dalam siaran resminya pada Jumat (7/11), manajemen HDK mengonfirmasi: “Kontrak yang telah diperoleh adalah proyek dengan anak usaha Petroliam Nasional Berhad (Petronas), yaitu Petronas Carigali North Madura II Ltd.” Proyek ini ditandatangani pada 9 November 2024, dengan HDK berkonsorsium bersama PT Gunanusa Utama Fabricators. Ruang lingkup pekerjaan mencakup:
– Integrated Wellhead Central Processing Platform (WHCPP): Desain, pengadaan, konstruksi, instalasi, dan komisioning platform pemrosesan sumur terintegrasi.
– Subsea Pipeline and Pipeline End Terminal (PLET): Pemasangan jaringan pipa bawah laut beserta terminal akhir pipa.
Lapangan Hidayah, yang terletak sekitar 6-7 km utara Pulau Madura, merupakan aset kunci Petronas di Blok Ketapang. Proyek ini mendukung produksi migas lepas pantai, dengan first steel cut ceremony yang telah dilakukan pada Februari 2025 di fasilitas Gunanusa Cilegon. Wakil Presiden Direktur HDK, Dito Danarianto Sudarbo, menekankan bahwa kontrak ini membuktikan kemampuan perusahaan nasional dalam solusi bertaraf internasional. “Melalui kolaborasi dengan mitra global seperti Petronas, kami terus membuktikan kemampuan perusahaan nasional,” ujar Dito.
Untuk menghindari spekulasi, HDK juga menegaskan tidak memiliki afiliasi, kepemilikan, atau kerja sama dengan PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), termasuk tidak ada penyewaan kapal dari CBRE dalam konsorsium ini.
Dampak Ekonomi dan Prospek Masa Depan
Kontrak Lapangan Hidayah ini tidak hanya menambah revenue bagi PTRO dan RAJA, tetapi juga berkontribusi pada target lifting migas nasional. Dengan dukungan armada Grup Hafar dan keahlian EPCI, proyek ini diharapkan selesai tepat waktu, mendukung hilirisasi energi Indonesia. Analis memperkirakan, pasca-akuisisi, saham PTRO dan RAJA berpotensi naik, dengan target harga baru yang lebih optimis berkat ekspansi migas.
Secara keseluruhan, akuisisi HDK oleh RAJA dan PTRO menandai babak baru di mana perusahaan nasional seperti HDK mampu bersaing di arena global. Kolaborasi ini tidak hanya menguntungkan pemegang saham, tapi juga memperkuat rantai pasok energi Indonesia, sejalan dengan visi kemandirian energi.





💬 Diskusi & Komentar