PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) Resmi Melantai di BEI: Saham Melejit 24,85% pada Hari Perdana, Emiten ke-24 2025
Jakarta, SAHAMBAGUS.CO.ID – PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB), perusahaan jasa angkutan laut berbasis di Samarinda, Kalimantan Timur, resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (6/11/2025) sebagai emiten ke-24 tahun ini. Listing perdana ini disambut euforia pasar, dengan harga saham PJHB melonjak 24,85% atau 82 poin ke Rp412 per lembar saat perdagangan dibuka pukul 09.00 WIB. Kenaikan ini mencerminkan oversubscription IPO yang mencapai 267,04 kali pada porsi penjatahan terpusat, menandai kepercayaan investor terhadap prospek logistik laut di tengah hilirisasi industri nasional.
Komisaris Utama PJHB, Hero Gozali, menyatakan dalam acara pencatatan saham perdana, “IPO ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus transparan, bertanggung jawab, dan berkelanjutan sejak berdiri 2008. Melalui dana segar ini, kami akan memperluas kapasitas usaha dengan penambahan armada baru, meningkatkan efisiensi pelayaran, dan menjangkau lebih banyak wilayah di sektor industri Indonesia.”
Profil PJHB: Pemain Logistik Laut dengan Armada LCT untuk Alat Berat dan Kontainer
PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) didirikan pada 9 Oktober 2008 berdasarkan Akta Pendirian Nomor 3, dengan pengesahan Menteri Hukum dan HAM pada 11 November 2008. Berbasis di Samarinda, PJHB berfokus pada angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri menggunakan kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) untuk mengangkut alat berat, mesin industri, kontainer, dan kargo khusus sektor minyak dan gas, pertambangan, perkebunan, serta pembangkit listrik. Jaringan rute mencakup Pulau Jawa (Jakarta, Surabaya, Lamongan), Kalimantan (Samarinda, Sangatta, Banjarmasin), Sulawesi (Morowali), Nusa Tenggara (Benete), dan Papua (Sorong).
Perusahaan mengelola lima kapal LCT utama: LCT Cipta Jaya Harapan 7 (2012), LCT Cipta Jaya Harapan 8 (2023), LCT Cipta Jaya Harapan 9 (2010), LCT Cipta Jaya Harapan 10 (2010), dan LCT Lien Star 88 (2009). Klien utama termasuk PT Jawara Samudera Nusantara (kontribusi Rp6,6 miliar hingga April 2025), PT Sapta Buana Logistics (Rp4,2 miliar), serta afiliasi emiten seperti PT Samudera Energi Tangguh (terkait SMDR) dan PT Alfa Trans Raya (CKB Logistics milik ABMM). PJHB juga memiliki anak usaha PT Tirta Jaya Hidup Baru Industri (TJHBI) di bidang air minum dalam kemasan (AMDK) dengan kepemilikan 60%.
Kinerja keuangan PJHB solid: Pada 2024, pendapatan mencapai Rp54,66 miliar dengan laba kotor Rp22,02 miliar. Hingga April 2025, total aset melonjak menjadi Rp164,6 miliar dari Rp89,5 miliar akhir 2023, didominasi aset tidak lancar Rp145,5 miliar. Perusahaan rutin membagikan dividen sejak 2022, termasuk Rp70,5 miliar saham (Rp53,31/saham) pada Februari 2025 dan Rp17 miliar tunai pada Maret 2025. Kebijakan dividen ke depan maksimal 30% laba bersih, ditinjau tahunan berdasarkan RUPS.
IPO Sukses: Dana Rp158,4 Miliar untuk Ekspansi Armada, Oversubscription 267 Kali
PJHB menggelar IPO dengan melepas 480 juta saham (25% dari modal pasca-IPO) pada harga Rp330 per saham, menghimpun dana segar Rp158,4 miliar. Proses bookbuilding berlangsung 22-27 Oktober 2025, diikuti masa penawaran 31 Oktober-4 November 2025, dengan penjatahan pada 4 November dan distribusi 5 November. Penjamin pelaksana emisi adalah PT Pilarmas Investindo Sekuritas.
Bersamaan IPO, PJHB menerbitkan 240 juta Waran Seri I (gratis untuk pemegang 2 saham IPO berhak 1 waran), memberikan hak beli 1 saham tambahan pada harga Rp330 mulai 5 Mei 2026 hingga 5 November 2026, potensi tambahan Rp79,2 miliar. Oversubscription 267 kali menunjukkan minat tinggi, dengan total saham tercatat 1,92 miliar lembar dan kapitalisasi pasar Rp633,6 miliar pasca-listing. Dana IPO dialokasikan untuk pembelian tiga kapal LCT baru guna tingkatkan kapasitas angkutan alat berat dan kontainer, sejalan target hilirisasi minerba dan migas nasional.
Pada pukul 09.00 WIB, saham PJHB langsung melejit dari harga IPO Rp330 ke Rp412, naik 24,85% atau 82 poin—salah satu debut tercepat di sektor transportasi 2025. Volume perdagangan awal mencapai jutaan lembar, mencerminkan antusiasme investor ritel dan institusi terhadap undervaluation (PER proyeksi 8-10 kali). Hingga akhir sesi, saham stabil di kisaran Rp400-410, dengan market cap awal Rp768 miliar.
Sebagai emiten ke-24 tahun ini, PJHB berkontribusi pada target BEI 45 emiten baru 2025, total dana IPO Rp15+ triliun. Analis IndoPremier merekomendasikan “buy” dengan target Rp450, memproyeksikan pendapatan naik 20% pada 2026 berkat ekspansi armada. Risiko: Fluktuasi bahan bakar dan kompetisi pelayaran.
Prospek ke Depan: Ekspansi Armada Dorong Pertumbuhan Logistik Hijau
Dengan rute domestik yang luas dan klien blue chip, PJHB siap manfaatkan RUPTL PLN dan hilirisasi Kalimantan-Sulawesi. Manajemen targetkan armada tambah 60% dalam dua tahun, dukung visi Indonesia Emas 2045. Bagi investor, PJHB jadi peluang diversifikasi di sektor maritim—pantau pelaksanaan waran 2026 untuk potensi cuan ganda. Debut gemilang ini perkuat momentum BEI di akhir 2025.





💬 Diskusi & Komentar