RAFI (PT Sari Kreasi Boga Tbk) Siapkan Aksi Korporasi: Penerbitan Obligasi atau Saham Baru untuk Dorong Ekspansi Kebab Baba Rafi
SAHAMBAGUS.CO.ID– PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI), emiten pengelola waralaba Kebab Turki Baba Rafi, mengumumkan rencana aksi korporasi berupa penerbitan obligasi atau saham baru dalam waktu dekat. Pengumuman ini disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai respons atas sorotan bursa terkait volatilitas harga saham perseroan. Pendanaan segar ini diharapkan menjadi katalisator utama untuk mempercepat ekspansi bisnis, sejalan dengan target pertumbuhan RAFI hingga akhir 2025.
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada 14 November 2025, RAFI menyatakan bahwa kajian mendalam terhadap rencana aksi korporasi sedang dilakukan secara intensif. “Segera setelah Perseroan sudah melakukan kajian tersebut, Perseroan akan mengumumkan keterbukaan informasi sehubungan dengan aksi korporasi tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku di pasar modal,” tulis manajemen perseroan dalam lembar jawaban kepada BEI. Direktur Utama RAFI, Eko Pujianto, menambahkan bahwa langkah ini murni untuk mendukung ekspansi usaha, tanpa adanya informasi material lain yang memengaruhi keputusan investasi publik. “Transparansi tetap menjadi komitmen utama kami dalam setiap langkah strategis perusahaan,” ujar Eko.
Latar Belakang: Respons atas Volatilitas Saham dan Momentum Ekspansi
Pengumuman ini muncul di tengah perhatian BEI terhadap pergerakan harga saham RAFI yang fluktuatif. Sejak pencabutan suspensi perdagangan pada 14 Oktober 2025, saham RAFI mengalami lonjakan signifikan hingga 143,75% dalam satu bulan, mencapai level Rp39 per saham. Namun, dalam seminggu terakhir, harga saham terkoreksi sebesar 7,14%, memicu sorotan dari regulator pasar modal. Respons cepat RAFI melalui keterbukaan informasi ini menunjukkan komitmen perseroan dalam menjaga kepercayaan investor, sebagaimana diatur dalam regulasi OJK dan BEI.
Ekspansi menjadi kunci utama di balik rencana pendanaan ini. Sejak awal 2025, RAFI telah menunjukkan performa impresif dengan membuka lebih dari 50 outlet baru di semester pertama, menargetkan kota-kota penyangga seperti Tangerang Selatan, Bekasi, Bandung, dan Bogor. Hingga saat ini, jaringan Kebab Baba Rafi telah mencapai lebih dari 900 mitra waralaba di seluruh Indonesia, dengan total 430 outlet aktif. “Ekspansi ini bukan sekadar menambah jumlah outlet, tapi juga bentuk komitmen kami hadir lebih dekat dengan konsumen,” kata Hendy Setiono, President Direktur PT Baba Rafi Internasional, dalam keterangan resminya pada Juli 2025.
Strategi ini didukung oleh efisiensi operasional, termasuk negosiasi ulang biaya dana dan penerapan work from anywhere untuk mengurangi beban tetap. RAFI menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5% dan peningkatan profitabilitas hingga 10-15% sepanjang 2025, didorong oleh program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang meningkatkan permintaan bahan baku makanan. Selain itu, perseroan terus memperluas portofolio melalui anak usaha di bidang restoran, produksi beras, dan distribusi, serta menjajaki ekspansi global di Asia Tenggara melalui event seperti PERNAS International Franchise Festival (PIFF) 2025 di Malaysia.
Opsi Pendanaan: Obligasi atau Saham Baru, Mana yang Dipilih?
Kajian mendalam yang sedang dilakukan RAFI mencakup dua opsi utama: penerbitan obligasi sebagai instrumen utang untuk akses dana cepat dengan biaya tetap, atau saham baru melalui rights issue atau penawaran umum terbatas untuk memperkuat ekuitas tanpa menambah beban bunga. Pilihan ini akan disesuaikan dengan kondisi pasar modal saat ini, di mana suku bunga obligasi korporasi masih kompetitif dan minat investor terhadap saham F&B tetap tinggi.
Meski detail nominal dan jadwal belum diungkap, analisis pasar memperkirakan dana yang terkumpul bisa mencapai ratusan miliar rupiah, difokuskan untuk membuka outlet baru, pengembangan rantai pasok, dan inovasi produk seperti varian kebab halal yang lebih sehat. “Pendanaan ini akan mempercepat transformasi RAFI dari UMKM gerobakan menjadi korporasi global, sekaligus menciptakan ribuan lapangan kerja baru,” tambah Eko Pujianto. Tidak ada rencana perubahan kepemilikan saham utama yang dapat memengaruhi status listing RAFI di BEI, menegaskan stabilitas manajemen.
Dampak Positif bagi Investor dan Industri Kuliner
Bagi investor, rencana aksi korporasi ini berpotensi menjadi katalisator jangka pendek untuk saham RAFI, terutama di tengah tren konsumsi makanan cepat saji yang rebound pasca-pandemi. Dengan valuasi yang masih undervalued dibandingkan kompetitor, RAFI menawarkan prospek dividen stabil—seperti pembagian Rp1 miliar atau Rp0,3 per saham pada tahun fiskal sebelumnya—serta peluang capital gain dari ekspansi. Sementara itu, industri F&B nasional diuntungkan oleh model waralaba RAFI yang inklusif, membuka peluang kewirausahaan bagi UMKM dan mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui ekspor brand lokal.
Secara lebih luas, langkah RAFI ini mencerminkan ketangguhan sektor kuliner Indonesia di tengah tantangan ekonomi global. Dengan komitmen terhadap transparansi dan inovasi, perseroan tak hanya mengejar target kinerja, tapi juga berkontribusi pada perekonomian nasional melalui penciptaan nilai tambah di rantai pasok makanan halal.
Prospek ke Depan: Menuju Brand Kebanggaan Indonesia
Rencana pengumuman lanjutan dari RAFI diantisipasi dalam beberapa minggu mendatang, tergantung hasil kajian. Sementara itu, perseroan terus menjalankan operasional normal, dengan fokus pada efisiensi dan kemitraan lintas sektor. Seperti ditegaskan Hendy Setiono dalam forum ASEAN for the People Conference (AFPC) 2025, “Kami ingin Baba Rafi menjadi simbol kebanggaan Indonesia, membuka peluang usaha dan lapangan kerja sambil membawa nama bangsa ke kancah internasional.” Dengan momentum ini, RAFI diproyeksikan memperkuat posisinya sebagai pemimpin waralaba kebab terbesar di Indonesia, siap menghadapi 2026 dengan jaringan yang lebih luas dan fundamental yang lebih kuat. Investor dan mitra waralaba disarankan memantau update resmi dari BEI untuk peluang partisipasi lebih lanjut. Kesuksesan RAFI bukan hanya soal kebab lezat, tapi juga cerita inspiratif transformasi bisnis lokal me





💬 Diskusi & Komentar