Saham PIK2 (PANI) Diborong Rp67,1 Miliar di Sesi I Jumat: Lonjakan 2,98% Picu Euforia Properti Pasca-Rekor Pendapatan
Jakarta, SAHAMBAGUS.CO.ID– Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau lebih dikenal sebagai PIK2 tiba-tiba menjadi primadona investor di sesi I perdagangan Jumat (7/11/2025), dengan net buy mencapai Rp67,1 miliar—tertinggi di antara saham-saham net buy lainnya berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas. Lonjakan ini mendorong harga saham PANI naik 2,98% ke Rp14.700 per lembar, disertai volume transaksi 10,53 juta saham, frekuensi 6.716 kali, dan nilai transaksi Rp154 miliar. Kenaikan ini sejalan dengan momentum positif kinerja keuangan PIK2 sepanjang sembilan bulan pertama 2025, di mana pendapatan melonjak 48% menjadi Rp3,1 triliun, mencatat rekor tertinggi sejak berdiri.
Euforia ini juga mendukung penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 0,29% ke 8.360,838 di sesi I, dengan 286 saham menguat. Presiden Direktur PIK2, Sugianto Kusuma atau Aguan, sempat beri penjelasan soal capaian tersebut, menekankan kepercayaan pasar yang terus tumbuh berkat penjualan kaveling tanah komersial yang signifikan.
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), sebelumnya bernama PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk, didirikan pada 2000 dan berbasis di Jakarta Utara. Sebagai anak usaha PT Multi Artha Pratama (MAP) milik konglomerat Agung Sedayu Group dan Salim Group, PIK2 berfokus pada pengembangan real estate, termasuk kawasan terpadu Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) di Banten. Perusahaan ini mengelola segmen properti residensial, komersial, convention and exhibition, hotel, serta aktivitas konsultasi manajemen.
Dengan 274 karyawan, PIK2 mengoperasikan proyek ikonik seperti PIK2 Tropical Coastland, yang mencakup hunian, pusat perbelanjaan, dan fasilitas rekreasi. Pada 2021, MAP mengakuisisi 80% saham PANI untuk ekspansi dari bisnis kemasan ke properti. Hingga akhir September 2025, total aset mencapai Rp10 triliun, didukung penjualan lahan komersial yang naik signifikan. “Capaian Rp3,1 triliun ini rekor tertinggi, mencerminkan kepercayaan pasar yang terus tumbuh,” ujar Aguan dalam penjelasannya baru-baru ini. Pendapatan ini naik 48% YoY, dengan margin laba kotor stabil di 45%, didorong permintaan tinggi kawasan terpadu di tengah pemulihan sektor properti pasca-pandemi.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas per akhir sesi I, net buy pada PANI mencapai Rp67,1 miliar, melampaui saham lain seperti BBCA (Rp50 miliar) dan BMRI (Rp40 miliar). Lonjakan ini dipicu sentimen positif pasca-rilis laporan keuangan Q3, di mana penjualan kaveling komersial menjadi pendorong utama. Harga saham dibuka di Rp14.275 dan langsung menguat ke Rp14.700, dengan previous close Rp14.275—kenaikan 2,98% atau Rp425 per saham.
Volume 10,53 juta lembar menandakan partisipasi tinggi, dengan 70% dari ritel dan institusi domestik. Saham PANI kini naik 3,19% secara mingguan, meski turun 3,95% bulanan—masih undervalued dengan PER 8 kali dan PBV 1,2 kali dibanding peer seperti PWON (PER 12 kali).
Kenaikan saham PANI didorong kinerja gemilang Januari-September 2025: Pendapatan Rp3,1 triliun (naik 48% YoY), laba bersih Rp500 miliar (naik 30%), dan EBITDA Rp800 miliar. Penjualan lahan komersial di PIK2 Tropical Coastland naik signifikan, didukung infrastruktur seperti akses tol dan kereta cepat. Aguan menekankan, “Penjualan kaveling komersial jadi pendorong utama, dengan proyek PSN yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.”
Meski sempat tertekan pada Oktober akibat isu rights issue (sebanyak-banyaknya 1,21 miliar saham baru untuk tebalin kepemilikan di CBDK) dan proyek PIK2 tak masuk daftar PSN revisi, pasar kini bergeser ke fundamental kuat. Analis TradingView memproyeksikan target harga Rp19.200-Rp21.000, dengan potensi naik 30-40% jika rights issue sukses.
Pasar merespons bullish: Sektor properti naik 1,2% di sesi I, dengan PANI jadi top gainer. Kapitalisasi pasar kini Rp20 triliun, naik 83,56% dari low 52 minggu Rp7.300 pada Maret 2025. Analis Mirae Asset merekomendasikan “buy” dengan target Rp16.000, menyoroti sinergi dengan Salim Group dan ekspansi hotel/exhibition. “Lonjakan net buy ini sinyal rebound properti, didukung stimulus pemerintah,” ujar analis Indri Liftiany dari IndoPremier.
Namun, risiko seperti keterlambatan rights issue dan fluktuasi suku bunga BI perlu diwaspadai. Secara YTD, PANI naik 20%, melampaui indeks properti (15%).
PIK2 optimis dengan rencana rights issue untuk kuasai CBDK lebih tebal, potensi tambah aset Rp1 triliun. Proyek PSN seperti PIK2 Tropical Coastland diproyeksikan serap investasi Rp5 triliun pada 2026, dukung target penjualan Rp4 triliun. Bagi investor, PANI jadi pilihan atraktif di sektor properti dengan yield dividen 2-3%. Pantau RUPSLB mendatang untuk update—lonjakan Jumat ini bisa jadi awal rally akhir tahun di tengah IHSG bullish.





💬 Diskusi & Komentar