Target Harga MEDC dan PGAS di Tengah Komitmen Transisi Energi dan Dekarbonisasi
Jakarta, SAHAMBAGUS.CO.ID – Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) terus menunjukkan performa positif, dengan kenaikan kompak baik dalam 6 bulan terakhir maupun year-to-date (YTD) hingga Kamis (6/11/2025). Emiten minyak dan gas bumi ini menguat di tengah volatilitas pasar global, didorong oleh komitmen kuat terhadap transisi energi dan dekarbonisasi. Analis memproyeksikan potensi upside signifikan, dengan target harga rata-rata MEDC di Rp1.741 dan PGAS di Rp1.718, mencerminkan keyakinan pada strategi ESG (Environmental, Social, Governance) mereka.
Pergerakan saham ini sejalan dengan tren inflow asing ke sektor energi Indonesia, di mana emiten migas dengan fokus EBT (Energi Baru Terbarukan) menjadi favorit. Harga minyak Brent yang stabil di atas US$70 per barel dan kebijakan pemerintah untuk capai 23% bauran EBT pada 2025 turut mendukung momentum.
Berdasarkan data historis, saham MEDC dan PGAS mencatat kenaikan impresif sepanjang 2025. MEDC naik sekitar 5-10% YTD dari level awal Rp1.200-an menjadi Rp1.315 per 6 November, dengan puncak Rp1.750 pada Oktober. PGAS, di sisi lain, menguat lebih kuat, naik 15-20% YTD dari Rp1.425 menjadi Rp1.725, didukung yield dividen tinggi.
Dalam 6 bulan terakhir (Mei-November 2025), keduanya kompak hijau: MEDC +12% (dari Rp1.180) dan PGAS +18% (dari Rp1.460), meski sempat terkoreksi akibat fluktuasi harga komoditas.
| Emiten | Harga Awal 2025 (Jan) | Harga 6/11/2025 | Perubahan YTD (%) | Perubahan 6 Bulan (%) |
|---|---|---|---|---|
| MEDC | Rp1.200 | Rp1.315 | +9,6 | +11,4 |
| PGAS | Rp1.425 | Rp1.725 | +21,1 | +18,2 |
Data ini menunjukkan ketahanan saham energi konvensional yang bertransisi ke hijau, di tengah IHSG yang fluktuatif.
MEDC dan PGAS semakin agresif memperkuat portofolio EBT, sejalan dengan target nasional net zero emission 2060. MEDC bergabung dengan Oil & Gas Methane Partnership (OGMP) 2.0 pada November 2025, berkomitmen capai net-zero emisi Scope 1 & 2 pada 2050 dan Scope 3 pada 2060. Perusahaan telah turunkan emisi >1,5 juta ton CO₂e hingga Juli 2025, melampaui target tahunan, melalui optimalisasi gas (kurangi konsumsi 18 MMscfd sejak 2022) dan pengembangan geothermal serta PLTS (target produksi 4.300 GWh pada 2025).
PGAS, sebagai subholding gas Pertamina, fokus pada distribusi gas sebagai bridge fuel, dengan inisiatif dekarbonisasi melalui Saka Energi (hulu migas) dan ekspansi bio-gas. Yield dividen ~11% menjadikannya atraktif, sementara target spread distribusi gas naik mendukung laba stabil.
“Dalam era transisi, emiten seperti MEDC dan PGAS bukan hanya bertahan, tapi memimpin dengan inovasi hijau,” ujar analis Indo Premier Sekuritas Ryan Winipta.
Konsensus analis bullish pada keduanya. Untuk MEDC, rata-rata target Rp1.741 (TradingView), dengan high Rp2.204 dan low Rp1.380; 95% analis Bloomberg rekomendasikan buy (target Rp1.682, upside 25,6%). Panin Sekuritas pertahankan buy Rp1.800, didorong akuisisi Blok Corridor (tambah produksi 180 mboepd).
PGAS dipatok rata-rata Rp1.718 (Investing.com), high Rp2.324 low Rp1.510; Indo Premier upgrade ke buy Rp1.800 (yield 11%). Ciptadana hold Rp1.470, tapi optimis revisi laba US$309 juta 2025.
| Emiten | Rata-rata Target Harga | Potensi Upside (%) | Rekomendasi Utama |
|---|---|---|---|
| MEDC | Rp1.741 | +32,5 | Buy (95% analis) |
| PGAS | Rp1.718 | +0,3 (short-term) | Buy/Hold |
Risiko utama: Fluktuasi harga minyak dan regulasi EBT. Namun, dengan produksi MEDC target 155-160 mboepd dan PGAS’ gas distribution margin US$1,77/MMBtu, prospek jangka panjang cerah.
Investor disarankan akumulasi di support (MEDC Rp1.200, PGAS Rp1.600) untuk capture dividen dan capital gain. Di tengah geopolitik panas, saham ini jadi hedge energi berkelanjutan.
DISCLAIMER ON : Artikel ini disusun berdasarkan data BEI, TradingView, dan riset analis per 6 November 2025. Pendapat di atas bukan rekomendasi investasi; konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional.





💬 Diskusi & Komentar