⚖️ Sentimen Pasar: Netral

Transformasi Besar SMKM: Resmi Diakuisisi Lim Shrimp Org, Siap Jadi Raksasa Akuakultur Regional

November 8, 2025  •  mahmud yunus

Jakarta, Sahambagus.co.id-PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM), emiten yang selama ini dikenal di sektor jasa konstruksi umum, resmi berganti pengendali setelah Lim Shrimp Org Pte Ltd (LSO), perusahaan asal Singapura yang bergerak di sektor akuakultur, menyelesaikan akuisisi tahap pertama atas saham perseroan. Langkah strategis ini tidak hanya mengubah arah bisnis SMKM, tetapi juga menandai era baru transformasi menuju perusahaan akuakultur regional dengan jangkauan luas di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Akuisisi ini menjadi sorotan pasar modal Indonesia, di mana SMKM yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Maret 2022 kini bersiap meninggalkan akar konstruksinya. Direktur Utama SMKM, Budi Aris, menyatakan antusiasme atas kemitraan ini. “Akuisisi SMKM ini menandai awal transformasi perseroan untuk menjadi perusahaan akuakultur regional dengan cakupan bisnis yang meluas di Indonesia, Malaysia, dan Singapura,” ujar Budi Aris dalam keterbukaan informasi BEI pada 5 November 2025. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan LSO akan meningkatkan nilai tambah sektor akuakultur Indonesia melalui investasi strategis dan integrasi rantai pasok, memanfaatkan potensi besar perikanan nasional.

Tahap kedua, yang bersyarat, akan melibatkan pembelian tambahan hingga 136.750.000 saham (10,91%), dengan target penyelesaian paling lambat 30 Juni 2026. Setelah itu, LSO wajib melakukan Mandatory Tender Offer (MTO) kepada pemegang saham publik sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Transaksi ini tidak memberikan dampak material langsung terhadap operasional atau keuangan SMKM, tetapi diharapkan memperkuat posisi perseroan di pasar.

Lim Shrimp Org Pte Ltd (LSO) adalah perusahaan Singapura yang berfokus pada pengembangan budidaya perikanan, khususnya udang dan ikan laut. Meskipun memiliki elemen bisnis konstruksi, LSO lebih dikenal dengan inovasi di akuakultur, termasuk pengelolaan tambak modern dan teknologi digital untuk pemantauan efisiensi. Saat ini, LSO mengoperasikan 800.000 m² tambak udang di Indonesia dan Malaysia, dengan 40 kolam aktif. Rencana ekspansi mencakup penambahan 50 kolam baru, yang diproyeksikan meningkatkan produksi dari 1.200 ton menjadi lebih dari 5.000 ton udang per tahun.

LSO juga sedang mengembangkan budidaya teripang laut di Palau dengan lahan 1–50 hektar, serta menerapkan aplikasi pemantauan digital untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup (survival rate) udang dari di bawah 50% menjadi 70–80%. Fokus ekspor dan distribusi produk perikanan menjadi kunci strategi LSO, yang kini akan diintegrasikan ke dalam SMKM.

Pasca-akuisisi, SMKM akan menjalani transformasi besar-besaran dari kontraktor konstruksi menjadi pemain utama di akuakultur. Rencana aksi korporasi mencakup Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menyetujui akuisisi bisnis LSO melalui Penggabungan Modal dengan Memasukkan Modal Tetap dari Ekuitas (PMHMETD). Hal ini akan memperluas portofolio SMKM ke rantai pasok perikanan, termasuk produksi, pengolahan, dan distribusi, dengan basis operasional di tiga negara ASEAN.

Analis pasar memproyeksikan dampak positif, termasuk penguatan saham SMKM yang sempat melejit pasca-pengumuman awal, serta potensi peningkatan efisiensi melalui teknologi LSO. Budi Aris optimis bahwa transformasi ini akan membuka peluang baru di tengah pertumbuhan sektor akuakultur global, yang diprediksi mencapai nilai triliunan rupiah di kawasan Asia Tenggara.

Dengan akuisisi ini, SMKM tidak hanya berganti pengendali, tetapi juga siap menjadi katalisator inovasi di industri perikanan berkelanjutan. Investor dan pelaku pasar kini menanti implementasi tahap selanjutnya, yang diharapkan memperkaya ekosistem bisnis Indonesia.



💬 Diskusi & Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *

Masuk ke Akun

Belum punya akun? Daftar sekarang