⚖️ Sentimen Pasar: Netral

 VIVA Media Asia Raup Laba Bersih Rp1,15 Triliun per Q3 2025: Lonjakan 5.850% dari Rugi Rp21,52 Miliar

November 7, 2025  •  mahmud yunus

Jakarta, SAHAMBAGUS.CO.ID – PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), emiten media terintegrasi afiliasi Grup Bakrie, mencatatkan turnaround spektakuler pada kuartal III/2025. Per 30 September 2025, perusahaan membukukan laba bersih Rp1,15 triliun, meroket 5.850% dari posisi rugi Rp21,52 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kinerja ini tidak hanya membalikkan kerugian, tapi juga mendorong laba per saham (EPS) dasar dan dilusi melonjak menjadi Rp70,205 dari minus Rp1,308, menandai pemulihan fundamental yang kuat di tengah era konvergensi digital.

Lonjakan ini melanjutkan momentum positif dari semester I/2025, di mana VIVA telah mencatat laba bersih Rp1,19 triliun, didukung restrukturisasi keuangan dan efisiensi operasional. Dengan EBITDA 9M2025 mencapai Rp32,8 miliar (margin 6,9%) dan penurunan liabilitas menjadi Rp6,10 triliun, VIVA kini memiliki fondasi lebih sehat untuk ekspansi konten dan platform digital.

Indikator9M20259M2024Perubahan (%)
Laba BersihRp1,15 TRugi Rp21,52 M+5.850
EPS Dasar & DilusiRp70,205-Rp1,308+5.471
Pendapatan (estimasi)Rp477,9 M (H1)Turun YoY
EBITDARp32,8 M (H1)+92,6 (H1)
Total LiabilitasRp6,10 TRp7,28 T (2024)-16,2

Data di atas mencerminkan efisiensi beban bunga sebagai kunci utama, meski pendapatan mengalami tekanan dari penurunan iklan tradisional. Laba usaha kuartal III juga melonjak hampir tiga kali lipat menjadi Rp60,8 miliar, menegaskan ketahanan VIVA di sektor media yang kompetitif.

Kinerja VIVA Q3/2025 didorong oleh tiga pilar utama, seperti pertama restrukturisasi Keuangan dengan penekanan utang jangka pendek dan renegosiasi fasilitas pinjaman dengan bank mitra berhasil memangkas beban bunga hingga 40% YoY, dari Rp200 miliar menjadi Rp120 miliar. Ini membalikkan rugi usaha Rp16,7 miliar di H1 menjadi profitabilitas kuat.

Konten Berkinerja Tinggi dengan program unggulan tvOne seperti Apa Kabar Indonesia (rating 11,2% pada Sidang Isbat Ramadan) dan breaking news (tenggelamnya KMP di Selat Bali rating 9,4%) mendominasi FTA. Digitalisasi tvOneNews.com capai 473,5 juta pageviews (peringkat 6 nasional), sementara YouTube tvOne raih 15,8 juta subscriber dan 1,4 miliar views.

Sinergi Konvergensi Media dengan integrasi dengan anak usaha seperti PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) tingkatkan EBITDA MDIA 92,6% menjadi Rp85,4 miliar. Fokus mikro-targeting dan 360-derajat sinergi dorong revenue dari iklan digital naik 25%.

“Dari rugi Rp21 miliar menjadi laba Rp1,15 triliun—ini bukti transformasi VIVA menjadi media modern yang adaptif. Restrukturisasi bukan akhir, tapi awal ekspansi ke konten AI-driven dan metaverse,” ujar Arief Yahya, Presiden Direktur VIVA, dalam public expose September 2025.

Didirikan 2004, VIVA mengelola jaringan media nasional dengan 83 stasiun transmisi, mencakup tvOne, Viva.co.id, dan VTV (sebelumnya sportOne). Dengan 976 karyawan per Oktober 2025, perusahaan fokus pada berita, olahraga, dan hiburan, menjangkau 80% populasi Indonesia. Afiliasi Bakrie Group memberikan akses ke sumber daya luas, meski tantangan seperti penurunan pendapatan iklan FTA (turun 5% YoY) diatasi melalui diversifikasi digital.

Saham VIVA (IDX: VIVA) ditutup di Rp29 per saham per 27 Oktober 2025, naik 416,67% YoY, meski volatil dengan beta -0,04. Kapitalisasi pasar sekitar Rp500 miliar, menjadikannya play menarik di sektor komunikasi dengan ROE proyeksi 25% untuk 2026.

Manajemen optimis tren positif berlanjut di Q4, dengan target laba tahunan Rp1,5 triliun didukung program Ramadan 2026 dan partnership dengan platform OTT global. Rencana aksi korporasi termasuk rights issue Rp500 miliar untuk akuisisi konten premium dan pengembangan app VIVA+. Analis Ciptadana Sekuritas merekomendasikan BUY dengan target Rp50, melihat potensi yield dividen 2-3% pasca-profitabilitas.

Di era digital, VIVA bukan lagi sekadar broadcaster, lebih kepada ekosistem media yang siap dominasi narasi nasional.

DISCLAIMER ON : Artikel ini disusun berdasarkan laporan keuangan VIVA per 30 September 2025 dan data BEI. Pendapat di atas bukan rekomendasi investasi; konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional.



💬 Diskusi & Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *

Masuk ke Akun

Belum punya akun? Daftar sekarang