Jakarta, Sahambagus.co.id-Perbankan asal Swiss, UBS, menyatakan bahwa penurunan harga emas yang terjadi belakangan ini hanya bersifat sementara. Dalam laporan riset yang dikutip dari Kitco News pada Selasa, 4 November 2025, analis UBS memperkirakan bahwa harga logam mulia masih memiliki potensi untuk menguat hingga mencapai US$4.200 per troy ons dalam skenario dasar, dan bahkan bisa menembus US$4.700 per troy ons jika risiko geopolitik atau tekanan pasar meningkat
UBS mencatat bahwa koreksi harga emas yang terjadi sejak akhir Oktober telah memicu penurunan minat di pasar berjangka. Namun, permintaan dasar terhadap emas tetap kuat. “Koreksi yang telah lama dinanti kini mulai mereda. Di luar faktor teknikal, kami tidak melihat alasan fundamental untuk aksi jual yang terjadi,” tulis UBS dalam laporan tersebut.
Harga emas di pasar spot sempat turun 0,57% ke level US$3.980 per troy ons pada pembukaan sesi Asia, jauh dari puncak penutupan tertinggi Oktober yang sempat menyentuh US$4.355. Meski demikian, UBS tetap optimis bahwa logam mulia ini akan kembali menguat menjelang akhir tahun.
UBS mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat mendorong harga emas ke level yang lebih tinggi k etegangan geopolitik: Konflik internasional dan ketidakpastian politik dapat meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Tekanan pasar keuangan: Volatilitas di pasar saham dan obligasi mendorong investor mencari perlindungan di logam mulia. Kebijakan moneter: Pemangkasan suku bunga oleh bank sentral, termasuk The Fed, memperkuat daya tarik emas sebagai aset non-yield.
Chief Investment Office UBS memperkirakan bahwa harga emas akan tetap kuat hingga akhir tahun, dengan target US$4.200 per troy ons sebagai baseline. Proyeksi ini mencerminkan potensi kenaikan sekitar 5,4% dari harga spot saat ini. Dengan latar belakang ketidakpastian global dan kebijakan moneter yang mendukung, emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari stabilitas. Prediksi UBS memberikan sinyal bahwa logam mulia ini belum kehilangan daya tariknya, dan masih menyimpan potensi cuan yang signifikan.