Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) meminta dukungan tambahan kuota produksi bijih nikel (ore) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), meski perusahaan telah memperoleh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Direktur Utama Vale Bernadus Irmanto mengatakan kuota produksi yang diberikan dalam RKAB saat ini hanya sekitar 30% dari volume yang diajukan.